SPG event di Jakarta dan Indonesia

Siapa yang tidak kenal istilah SPG Event di Indonesia. Di seluruh event-event menengah ataupun besar yang diselenggarakan event organizer di Indonesia kehadiran para SPG Event  (singkatan dari Sales Promotion Girl) ini menjadi pemanis yang selalu mendapat sorotan pengunjung, undangan atau siapapun yang hendak di curi perhatiannya oleh mereka untuk sekedar menengok, berinteraksi atau bahkan sampai berkomunikasi secara mendalam mengenai produk yang diwakilinya.

Tapi tahukah anda bahwa mengelola atau me-manage SPG dalam sebuah event membutuhkan suatu pemikiran dan keseriusan yang ekstra? Sebelumnya kita melihat dulu latar belakang para SPG event ini yang rata-rata adalah bukan pekerja profesional, mereka yang sebagian besar menjalani profesi SPG event dalam kesehariannya adalah mahasiswi atau freelancer. Hampir seluruh event terbesar di tanah air para mahasiswa/ mahasiswi ini menghabiskan waktu senggangnya untuk mendapatkan fee dari profesi sampingan mereka sebagai SPG event, hal tersebut sangat wajar karena nilai yang di bawa pulang oleh mereka cukup besar untuk sebuah pekerjaan dalam rentang waktu yang tidak lama. Satu shift jaga seorang SPG event berlangsung sekitar 6-8 Jam, untuk waktu sependek itu mereka bisa mendapatkan fee mulai dari 300ribu sampai dengan 1 juta rupiah tergantung dari produk yang diwakilinya, untuk produk otomotif rata-rata mereka memberikan fee yang cukup besar. Bahkan untuk acara-acara tertentu yang bukan pameran seperti press conference, gala dinner dsb mereka bertugas kurang dari 6 jam dari mulai standby sampai dengan selesainya acara. Hal inilah yang cukup menggiurkan sehingga dunia SPG event ini akan selalu menarik talent-talent baru dan tidak akan pernah habis.

Tapi kadang karena profesi mereka yang sebenarnya mahasiswi itulah kadang membuat sebuah event organizer harus bekerja ekstra karena tidak ada jaminan yang diberikan oleh mereka untuk selalu hadir secara tepat waktu maupun kedisiplinan lainnya. Hal ini karena posisi tawar mereka lebih tinggi dari para event organizer ini, dengan penalti hanya tidak diikutkan dalam event-event selanjutnya atau tidak diberikan fee yang sesuai kontrak mereka tidak merasa rugi karena “demand” nya lebih besar dan banyak alternatif klien lain yang akan membutuhkan jasa mereka. Hal tersebut yang membuat sebuah event organizer harus mempunyai back up plan yang matang, karena tidak mungkin hanya karena seorang SPG event yang tidak hadir membuat track record event organizer itu menjadi cela di mata klien.

Selain itu dari SPG event tersebut dituntut juga untuk menguasai produk yang ditawarkannya, minimal di lapis permukaan, karena untuk sesi briefing dengan waktu singkat tidak memungkinkan mereka untuk menguasai seluruh materi yang bahkan oleh tim Sales maupun Marketing memerlukan waktu berminggu-minggu untuk bisa menguasai di luar kepala. Tapi mencari dan memilih SPG event yang cerdas dan cepat menguasai product knowledge merupakan seni tersendiri bagi agency atau event organizer.

Selain hal diatas masih banyak sebenarnya yang bisa kita bahas dari serba-serbi management SPG event ini, hal ini kita bahas di topik selanjutnya mengenai SPG event, karena pembahasan mereka akan tetap selalu menarik..

Salam

<D>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *