• Konsep Acara dalam Family Gathering
  • Konsep Acara dalam Family Gathering
  • Konsep Acara dalam Family Gathering
  • Konsep Acara dalam Family Gathering
  • Konsep Acara dalam Family Gathering
  • Konsep Acara dalam Family Gathering
  • Konsep Acara dalam Family Gathering
  • Konsep Acara dalam Family Gathering
  • Konsep Acara dalam Family Gathering
  • Konsep Acara dalam Family Gathering
  • Konsep Acara dalam Family Gathering
  • Konsep Acara dalam Family Gathering
  • Konsep Acara dalam Family Gathering
  • Konsep Acara dalam Family Gathering

Konsep acara dalam sebuah Family Gathering adalah merupakan faktor kunci dari seluruh kesuksesan acara itu sendiri. Kekuatan konsep acara yang jelas, mudah dipahami dan diikuti oleh seluruh partisipan, detail produksi dan eksekusi yang cermat, serta nilai artistik dalam implementasinya akan semakin menambah “wow factor” yang akan dibawa pulang oleh partisipan dan mungkin akan menjadi perbincangan di beberapa waktu ke depan. Konsep acara seperti inilah yang diharapkan oleh panitia dalam menyelenggarakan sebuah acara family gathering yang sukses.

Menyambung artikel terdahulu mengenai acara Family Gathering yang di selenggarakan oleh Toyota Astra Financial Service (TAFS) untuk pertama kalinya dalam menyambut 1 dasawarsa TAFS, kali ini kita akan lebih membahas mengenai konsep acara yang dipilih untuk di implementasikan dalam rangkaian event.

Bermula dari pemilihan tempat sesuai dengan arahan dari management bahwa harus berlokasi strategis dan mudah di jangkau oleh seluruh karyawan dari berbagai anak cabang, maka dipilihlah lokasinya yaitu Gedung Arsip yang terletak di jalan Gajah Mada. Gedung yang dibangun pada abad 18 merupakan salah satu gedung tua dan merupakan cagar budaya Indonesia peninggalan Belanda. Setelah mendapatkan tempat yang tepat maka di susunlah konsep acara yang tepat sesuai dengan ambience yang sudah ada hingga akhirnya konsep acara “pasar malam tempoe doeloe” lah yang dipilih diantara beberapa konsep acara yang disajikan oleh organizer.

Konsep acara ini dieksekusi secara detail dengan tuntutan dari klien yang cukup tinggi, untuk itulah maka setiap sudut gedung arsip benar-benar disulap disesuaikan dengan konsep pasar malam tempoe doeloe, di area makan bukan kerapihan dan keindahan, tapi kemiripan dan suasana pasar benar-benar dihidupkan. Kesan “tempoe doeloe” ditampilkan dengan berbagai arahan kreatif, mulai dari dress code partisipan, elemen dekorasi, hingga gaya visual. Bahkan untuk acara hiburan, konsep “panggung misbar” lah yang menjadi andalan, bukan partisipan yang duduk di kursi, tapi mereka duduk sesantainya di rumput untuk menikmati hiburan yang disuguhkan panitia.

Seluruh rangkaian acara yang dihibur mulai dari Jubing, Girls Band hingga KLA Project ini dimulai dari sore hingga berakhir pada malam hari dengan memberikan pengalaman baru yang mendalam bagi seluruh peserta baik dewasa, anak maupun remaja. Hal ini dikarenakan panitia bersama-sama dengan organizer sangat memahami siapa saja para peserta acara ini sehingga dalam implementasi konsep acaranya semua orang benar-benar merasakan hiburan yang masuk di umur dan selera mereka.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *