DUNIAEOJAKARTA.COM – Suara mesin jahit yang berdengung di sebuah rumah di Bandung memulai cerita ini. Tahun-tahun awal usaha itu sederhana. Zyta Delia Rahma, dengan modal sisa Rp3 juta, membeli kain di pasar, menjahit tepian hijab, dan menjualnya ke kerabat terdekat. Keterbatasan bahan baku justru melahirkan inovasi hijab printing agar produksi lebih terkendali.
Hari ini, dengung itu telah bertransformasi menjadi deru penjualan online yang mampu melonjak hingga sepuluh kali lipat pada momen-momen puncak kampanye e-commerce. Zyta Delia, brand modest fesyen yang dirintisnya sejak usia 22 tahun, kini bukan sekadar penyedia hijab. Ia telah menjelma menjadi lifestyle brand yang mempekerjakan 30 karyawan inti dan ratusan tenaga lainnya di pabrik dan gudang.
Di balik kemeriahan kampanye Shopee 2.2 Ramadan Fashion Sale yang berlangsung hingga 3 Februari, terselip sebuah narasi yang lebih dalam dari sekadar promosi diskon. Narasi tentang bagaimana sebuah brand lokal bertumbuh dengan cerdas membaca peluang dan memanfaatkan setiap fitur dalam ekosistem digital.

Live Streaming, Jantung Pertumbuhan Digital
Jika ada satu kunci sukses yang mencolok dari perjalanan Zyta Delia di dunia online, itu adalah optimalisasi fitur interaktif. Bukan hanya soal memasang iklan atau mengelola toko online. Zyta, sang founder, turun langsung ke gelanggang.
Ia menjadi host di Shopee Live, berbicara langsung dengan calon pembeli, memandu sesi tanya jawab, dan memamerkan produk. Keterlibatan personal ini bukan sekadar gimmick. Data tahun 2025 berbicara nyata. Kontribusi penjualan dari kanal Shopee Live mencapai 59 persen dari total penjualan Zyta Delia di platform tersebut.
“Kehadiran langsung saya di live streaming merespons keinginan pasar yang menginginkan interaksi personal. Mereka tidak hanya membeli produk, tetapi juga mendengar cerita dan tips langsung dari pembuatnya,” ujar Zyta.
Inovasi tidak berhenti di situ. Brand ini juga mulai menggarap Shopee Video untuk menyajikan konten inspirasi mix and match yang pendek dan mudah dicerna, menyesuaikan dengan kebiasaan konsumen Gen Z yang gemar berselancar di konten video pendek.

Membaca Trend, Melampaui Hijab
Kepekaan membaca tren menjadi senjata berikutnya. Dari yang awalnya fokus pada hijab printed dan basic, Zyta Delia secara strategis memperluas portofolionya. Mereka merambah ke kategori lifestyle, dengan tas wanita sebagai produk andalan baru.
Tidak tanggung-tanggung, untuk menjawab selera pasar yang beragam, mereka bisa menghadirkan hingga 25 varian warna tas dalam satu bulan. Koleksi terbaru mereka, Jarde Collection yang berbahan jacquard, dirancang khusus untuk menemani konsumen selama Ramadan hingga Lebaran, mengusung tren warna lembut seperti Blue Aurora dan White Cloud yang sedang digemari.
“Konsumen tahun ini cenderung memilih gaya sederhana, nyaman, dan versatile. Item fesyen yang mudah dipadupadankan untuk berbagai aktivitas adalah kunci. Kami merespons itu dengan desain yang fungsional tetapi tidak kehilangan gaya,” jelas Zyta.
Event Sebagai Katalisator, Bukan Hanya Pameran
Di sinilah peran event besar seperti Shopee 2.2 Ramadan Fashion Sale mendapatkan konteksnya yang lebih tajam. Bagi brand seperti Zyta Delia, kampanye semacam ini bukan sekadar ajang diskon. Ia berfungsi sebagai katalisator pertumbuhan, momentum untuk meluncurkan koleksi baru, dan puncak dari strategi pemasaran yang telah dijalankan berbulan-bulan.
Lonjakan penjualan hingga sembilan kali lipat pada kampanye angka kembar adalah bukti efektivitasnya. Event ini menjadi titik temu yang sempurna antara kesiapan brand menghadirkan produk yang tepat, strategi konten interaktif yang telah dibangun, dan antusiasme pasar yang sedang mencari persiapan Ramadan.
Pada puncak kampanye 2 Februari nanti, Zyta Delia menghadirkan penawaran komprehensif mulai dari produk serba Rp10.000, diskon live streaming hingga 80 persen, hingga voucher hingga Rp1 juta. Semua dirancang untuk menciptakan pengalaman belanja yang menarik sekaligus mengakrabkan brand dengan konsumen.
Cerita Zyta Delia dari mesin jahit rumahan hingga puncak penjualan di live streaming e-commerce adalah potret baru kesuksesan UMKM di Indonesia. Kesuksesan yang tidak lagi hanya mengandalkan ketekunan produksi, tetapi juga kecerdasan memanfaatkan platform digital, keberanian pemimpin brand untuk terlibat langsung, dan kepekaan membaca setiap gelombang tren yang berubah cepat.
Ia membuktikan bahwa dalam keriuhan event commerce besar, yang menang adalah mereka yang paham bahwa di balik setiap klik dan transaksi, ada cerita yang ingin didengar dan pengalaman yang ingin dibangun. Itulah inovasi sejati di balik layar. |WAW-DEOJ
Copyright © 2025 360 Creative Pro. All Rights Reserved