Maybank Marathon 2026 Mengubah Lari Jadi Gerakan Sosial

 Maybank Marathon 2026 Mengubah Lari Jadi Gerakan Sosial

Selama satu dekade, melalui Maybank Women Eco-Weavers, Maybank menyerukan semangat pemberdayaan perempuan serta inklusi keuangan dengan dukungan terhadap wirausaha dan penciptaan lapangan pekerjaan. Sebagai bagian dari komitmen besarnya terhadap keberlanjutan, Maybank juga mengedukasi para penenun tersebut untuk menggunakan bahan-bahan berkelanjutan. | IST

Ladang Dampak bagi 2.617 Perempuan ASEAN, Dari Tenun ke Karbon Netral

DUNIAEOJAKARTA.COM – Gianyar, Bali Aroma kopi dan semangat pemberdayaan masih terasa di Piduh Charity Café, Gianyar, sehari sebelum ribuan pelari bersiap di garis start. Di sinilah, di tengah hiruk-pikuk persiapan ajang lari bertaraf internasional, sebuah narasi besar tentang keberlanjutan mulai ditulis. Maybank Marathon 2026 bukan hanya tentang kecepatan menembus garis finis, tetapi juga tentang seberapa jauh langkah kolaborasi bisa menciptakan dampak abadi bagi masyarakat dan lingkungan.

Bagi para pelaku industri event organizer (EO), penyelenggaraan Maybank Marathon Sustainability Day 2026 pada 21-22 Agustus lalu menawarkan sebuah studi kasus menarik. Bagaimana sebuah ajang olahraga skala besar, yang menyandang predikat bergengsi “Elite Label Road Race” dari World Athletics, bertransformasi menjadi panggung kolaborasi multidimensi? Kuncinya terletak pada integrasi strategis antara nilai-nilai bisnis, pemberdayaan komunitas, dan aksi nyata pelestarian lingkungan.

Dari Lintasan Lari ke Ekosistem Tenun ASEAN
Salah satu sorotan utama yang berpotensi viral adalah perayaan satu dekade program Maybank Women Eco-Weavers (MWEW). Program unggulan Maybank Foundation ini bukan sekadar kegiatan sosial temporer, melainkan telah berkembang menjadi ekosistem regional yang menghubungkan 2.617 perempuan penenun dan 3.024 petani di lima negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Kamboja, Laos, Filipina) .

Angka ini bukanlah data fiktif. Hingga 30 Juni 2026, MWEW telah membudidayakan lebih dari 813.500 pohon murbei, 55.300 tanaman kapas, dan 18.700 pohon abaka. Dukungan terhadap rantai pasok berkelanjutan ini meliputi pendirian 13 pusat pelatihan tenun, satu galeri, dan satu laboratorium pewarna alami . Ini adalah contoh sempurna bagaimana sebuah event (Marathon) dapat menjadi lokomotif untuk mempromosikan dan memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya yang inklusif.

“Ini bukan dibangun oleh satu pihak saja, tetapi melalui kolaborasi,” ujar Group Chief Sustainability Officer Maybank, Datuk Shahril Azuar Jimin, dalam sesi Inspiring Talks yang bertajuk “Impact Society Positively through Partnership” di Sustainability Pavilion, Sabtu (22/8). Sesi yang dimoderatori langsung oleh Shahril ini menghadirkan Visa sebagai title sponsor dan BMW Group sebagai Sustainable Mobility Partner, menunjukkan bahwa kolaborasi antar korporasi adalah kunci sukses .

Menjejakkan Karbon Netral pada 2030
Dari sisi lingkungan, Maybank Marathon memasang target ambisius: menjadi ajang maraton netral karbon pada 2030 . Ambisi ini bukan sekadar wacana. Melalui gerakan “Jejak Hijau”, panitia melakukan penghitungan jejak emisi secara terukur sebagai landasan untuk merancang langkah dekarbonisasi yang konkret.

Salah satu inovasi yang patut diapresiasi adalah program “Jejak Hijau Desa Sanding” di Gianyar. Berkolaborasi dengan World Resources Institute (WRI) Indonesia, program ini bertujuan mendampingi Desa Sanding menjadi desa rendah emisi melalui strategi dekarbonisasi berbasis data, termasuk pemetaan emisi mandiri dan pengelolaan sampah organik berbasis komunitas . Ini adalah langkah cerdas untuk memastikan dampak lingkungan tidak hanya terbatas di area perlombaan, tetapi juga meresap hingga ke tingkat akar rumput.

“Kami bangga Desa Sanding dapat menjadi contoh desa dekarbonisasi adat di Bali,” ujar Kepala Desa Sanding, Kompyang Ambarayusa, membuktikan bahwa aksi iklim dapat dimulai dari tingkat desa .

Inklusivitas sebagai Fondasi Dampak
Keunikan lain yang membuat acara ini istimewa adalah komitmennya terhadap inklusivitas. Rangkaian Sustainability Day juga menyoroti program Piduh Charity yang memberdayakan 100 generasi muda, penyandang disabilitas, dan anak yatim di Bali . Pemilihan Piduh Charity Café sebagai salah satu lokasi kegiatan menegaskan misi Maybank, “Humanising Financial Services”, yang menempatkan manusia dan komunitas sebagai inti dari pertumbuhan bisnis.

Dari sudut pandang EO, keberhasilan Maybank Marathon 2026 terletak pada kemampuannya untuk menciptakan meaningful engagement. Mereka tidak hanya menyelenggarakan lomba, tetapi juga merangkul berbagai pemangku kepentingan—dari pemerintah daerah, komunitas penenun, pelari difabel, hingga mitra korporasi—dalam sebuah narasi besar tentang keberlanjutan. Hasilnya, ajang ini tidak hanya mendorong perputaran ekonomi daerah (ditargetkan mencapai Rp300 miliar pada tahun ini) , tetapi juga meninggalkan warisan sosial dan lingkungan yang jauh lebih berharga.

Maybank Marathon telah membuktikan bahwa lari bisa menjadi metafora dari sebuah perjalanan panjang menuju perubahan. Dan di Bali, langkah-langkah kecil itu diambil bersama, satu dekade tenun, satu langkah menuju karbon netral. |WAW-DEOJ

Related post