Dari Serpong ke Kendari, Cara Huawei Menjahit Seratus Pintu Pengalaman di Indonesia
Huawei Capai Tonggak 100 HUAWEI Experience Store di Indonesia
Layar-layar itu menyala serentak pada 12 September 2026. Di Gresik, Bekasi, Kendari, Cilegon, Jakarta, dan Sidoarjo, enam gerai HUAWEI Experience Store membuka pintunya di hari yang sama. Tujuh hari kemudian, Summarecon Mall Serpong mencatatkan sejarah sebagai gerai ke-100. Dan pada 25 September, dua gerai di Makassar menutup bulan dengan sebuah pernyataan tegas. Huawei tidak sedang sekadar berjualan gawai. Ia sedang membangun seratus ruang belajar, mencoba, dan merawat teknologi di kota-kota Indonesia.
DUNIAEOJAKARTA.COM – Ada paradoks menarik dari cara Huawei masuk ke pasar Indonesia. Di tengah gempuran belanja daring yang membuat banyak toko fisik gulung tikar, perusahaan asal Shenzhen itu justru memperbanyak gerai. Bukan satu dua, melainkan sembilan dalam sebulan. Bukan hanya di Jakarta, tetapi hingga Kendari dan Makassar.
Langkah ini seolah menjawab pertanyaan lama. Apa yang dicari orang ketika semua bisa dibeli lewat ponsel. Jawabannya ternyata sederhana. Pengalaman. Sentuhan. Kepercayaan. Dan itu tidak bisa diunduh.
Huawei Device Indonesia resmi mengumumkan tonggak 100 HUAWEI Experience Store pada 28 September 2026. Capaian ini ditandai peresmian gerai ke-100 di Summarecon Mall Serpong pada 19 September 2026. Gerai tersebut merupakan bagian dari sembilan gerai baru yang dibuka sepanjang September di Jakarta, Jawa, dan Sulawesi.
Sembilan gerai itu tersebar dengan pola yang menarik. Enam gerai dibuka serentak pada 12 September 2026, yakni di Icon Mall Gresik, Summarecon Mall Bekasi, The Park Kendari, Cilegon Center Mall, AEON Mall Tanjung Barat Jakarta, dan Lippo Plaza Sidoarjo. Kemudian Summarecon Mall Serpong menyusul pada 19 September 2026. Dua gerai terakhir hadir di Sulawesi pada 25 September 2026, yaitu Trans Studio Mall Makassar dan Mall Ratu Indah Makassar.
Ekspansi ini tidak berjalan sendiri. Huawei menggandeng empat mitra ritel utama, yakni Erajaya, Blibli, Mega Digital, dan Maju Hardware. Sinergi ini menjadi kunci percepatan jaringan ritel Huawei di Indonesia.
Yang menarik, setiap gerai dirancang bukan sekadar sebagai tempat berbelanja. Huawei menyebutnya pusat pengalaman. Di sana konsumen bisa mencoba langsung ekosistem produk Huawei yang saling terhubung. Mulai dari smartphone, tablet, perangkat wearable, hingga perangkat audio. Semuanya dirancang mendukung produktivitas, kreativitas, dan gaya hidup digital modern.
Standar layanan juga dibuat seragam. Konsumen mendapat konsultasi produk bersama staf terlatih, demo langsung, hingga dukungan purna jual. Artinya, pengalaman di Kendari tidak kalah dengan pengalaman di Jakarta.
Analogi yang Mencerahkan
Bayangkan sebuah perpustakaan. Buku boleh sama, tetapi ruang baca yang nyaman membuat orang betah berlama-lama. Huawei sedang membangun seratus ruang baca teknologi. Tempat orang tidak hanya membeli, tetapi memahami. Tempat gawai tidak hanya menjadi barang, tetapi menjadi jembatan.
Atau bayangkan warung kopi. Kopi bisa dibeli di mana saja. Tetapi orang datang ke warung untuk duduk, bercerita, dan pulang membawa pengalaman. HUAWEI Experience Store mencoba menjadi warung kopi bagi ekosistem teknologi. Tempat orang mencoba tablet, memakai jam pintar, mendengar audio, lalu membayangkan bagaimana semua itu masuk ke hidupnya.
Capaian 100 gerai ini bukan sekadar angka. Ia adalah momentum strategis. Huawei menyebutnya sebagai titik untuk mengakselerasi pertumbuhan jaringan ritel secara berkelanjutan. Melalui sinergi dengan mitra ritel, Huawei akan terus memperluas jangkauan HUAWEI Experience Store ke berbagai wilayah Indonesia.
Bagi konsumen, artinya akses semakin mudah. Informasi lokasi dan layanan dapat diakses melalui situs resmi Huawei. Konsumen dapat mengunjungi gerai terdekat untuk mencoba langsung inovasi terbaru.
Bagi industri, langkah ini menunjukkan bahwa kanal fisik masih punya tempat. Ketika teknologi semakin canggih, manusia justru mencari ruang untuk menyentuh, mencoba, dan bertanya. Di situlah Huawei menaruh taruhannya.
Dari Gresik hingga Makassar, dari Cilegon hingga Kendari, seratus pintu telah terbuka. Di balik setiap pintu ada staf terlatih, ada demo langsung, ada ekosistem yang saling terhubung. Huawei tidak hanya menjual produk. Ia sedang mengajak Indonesia mencoba masa depan, satu gerai demi satu gerai.
Dan jika September 2026 menjadi penanda, maka pertanyaan berikutnya bukan lagi berapa banyak gerai yang akan dibuka. Melainkan seberapa dalam pengalaman itu mengubah cara orang Indonesia mengenal teknologi.
Produk dan layanan Huawei tersedia di lebih dari 170 negara dan digunakan oleh sepertiga populasi dunia. Empat belas pusat R&D telah didirikan di berbagai negara, termasuk Jerman, Swedia, Rusia, India, dan Tiongkok. Huawei Device adalah salah satu dari tiga unit bisnis Huawei dan mencakup telepon pintar, PC dan tablet, perangkat yang dapat dikenakan, serta layanan cloud. Jaringan global Huawei dibangun di atas keahlian lebih dari 30 tahun di industri telekomunikasi dan didedikasikan untuk menghadirkan kemajuan teknologi terbaru bagi konsumen di seluruh dunia. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui consumer.huawei.com.|WAW-DEOJ