Masakpora di Pestapora 2026, Menyulap Panggung Musik Jadi Dapur Raksasa
Masakpora Day 1 | IST
Industri event organizer di Indonesia punya tantangan baru. Penonton festival tidak lagi cukup dimanjakan dengan panggung musik dan bazar kuliner biasa. Mereka ingin terlibat, mencoba, dan pulang membawa cerita. Di titik itulah Yummy hadir dengan Masakpora, sebuah eksperimen kuliner interaktif yang berhasil menyatukan makanan, kreator, dan pengunjung di tengah riuhnya Pestapora 2026.
DUNIAEOJAKARTA.COM – Pestapora 2026 digelar di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada 25 hingga 27 September 2026. Ajang ini sudah dikenal sebagai ruang bertemunya musik, kreativitas, dan interaksi antar pengunjung. Namun tahun ini ada yang berbeda di area Pasar-Pasaran. Yummy membawa Masakpora, sebuah live food experience yang dirancang bukan sekadar pertunjukan memasak.
Bagi para pelaku industri event organizer, langkah Yummy ini layak dicermati. Masakpora tidak hanya menempelkan booth kuliner di sebuah festival. Ia membangun tiga program utama yang masing-masing punya karakter berbeda. Ada Dapur MBY atau Masak Besar Yummy, ada KBBI atau Kegiatan Bebikinan Bareng Inih, dan ada TTM atau Tiba Tiba Main.
Riandika Winandatama, Head of Boss Creator IDN, menyatakan bahwa sejak awal Pestapora memang disiapkan sebagai tempat bertemunya berbagai bentuk kreativitas dan pengalaman. Kehadiran Masakpora memperluas pengalaman itu melalui kuliner. Ia menyebut makanan, kreator, dan pengunjung dapat bertemu dalam format interaktif yang tetap sejalan dengan semangat Pestapora.
Dapur MBY, Panggung Kolaborasi yang Membagi Rasa
Program pertama adalah Dapur MBY. Ini adalah sesi live cooking yang mempertemukan Yummy Chef dengan kreator untuk mengolah menu berbeda setiap hari. Pada hari pertama, Refo dan Fauna membuat Dadar Gulung Coklat Crispy Pisang. Hari kedua, Chef Tiffany Adeline menyajikan Lumpia Ayam. Hari ketiga, Chef Leonhartleon mengolah Nasi Goreng Mawut. Program ini juga melibatkan Chef Yummy Mohammad Kindy dan Rafirazaq.
Yang membuat Dapur MBY berbeda dari demo masak biasa adalah keputusan untuk membagikan 50 porsi hasil masakan kepada pengunjung di setiap sesi. Ini bukan sekadar tontonan. Pengunjung bisa mencicipi langsung hasil kolaborasi chef dan kreator. Bagi event organizer, langkah ini adalah kunci membangun keterlibatan emosional. Penonton tidak hanya menonton, tetapi merasakan.
KBBI, Workshop Intim yang Menjaga Kualitas Interaksi
Program kedua adalah KBBI. Ini adalah hands-on workshop dengan tema berbeda setiap hari. Jumlah pesertanya dibatasi. Tujuannya jelas, menjaga kualitas interaksi. Di sini, pengunjung tidak berhadapan dengan panggung besar, tetapi dengan praktisi yang membimbing langsung.
Hadir dalam program ini adalah Lestari Jamuku dalam sesi membuat jamu, Ilham Jivaresta melalui eksplorasi mont blanc coffee dan mocktail coffee, serta Pitu Cha dan Library dalam sesi membuat matcha. Bagi industri event organizer, pendekatan ini menunjukkan bahwa acara tidak harus selalu berskala besar. Sesi kecil yang terkurasi justru bisa menjadi magnet tersendiri.
Bellinna Puteri Alfine, Content Operations Manager Yummy, menegaskan bahwa pihaknya ingin membawa pengalaman Yummy lebih dekat dengan audiens. Tidak hanya melalui konten yang mereka lihat di layar, tetapi juga lewat pengalaman yang bisa dirasakan secara langsung. Ia menyebut kuliner selalu punya ruang untuk dieksplorasi, dipelajari, dan dibagikan.
TTM, Permainan yang Mengubah Penonton Jadi Peserta
Program ketiga adalah TTM atau Tiba Tiba Main. Salah satu permainannya adalah Tebak Rempah. Peserta ditantang mengenali berbagai rempah dan bahan dapur Indonesia seperti jahe, kencur, ketumbar, cengkih, pala, serai, hingga kunyit. Mereka mengandalkan penciuman, sentuhan, dan intuisi.
Ada juga momen Es Teh Cekek. Setiap pukul 19.30 WIB, pengunjung dapat menikmati Es Teh Cekek di booth Masakpora dengan bergabung ke WhatsApp Community Yummy dan mengikuti Instagram @yummy.idn, selama persediaan masih tersedia. Strategi ini adalah contoh cerdas bagaimana sebuah event organizer mengubah pengunjung menjadi komunitas digital. Bukan sekadar datang dan pergi, tetapi terhubung setelah acara selesai.
Screen to Scene, Kunci Sukses yang Patut Ditiru
Bagi Yummy, pengalaman kuliner tidak berhenti pada apa yang tersaji di layar. Melalui berbagai program yang telah dihadirkan, mulai dari cooking class dan baking class, culinary trip, hingga Masakpora di Pestapora 2026, Yummy membawa audiens untuk lebih dekat dengan dunia kuliner melalui pengalaman langsung. Mulai dari mencoba, membuat, mencicipi, bertukar cerita, hingga menemukan inspirasi baru.
Pendekatan ini menjadi cara Yummy membangun hubungan yang lebih bermakna antara konten, komunitas, dan industri F&B. Lebih dari sekadar platform untuk menemukan inspirasi kuliner, Yummy ingin menjadi ruang bagi siapapun untuk memperoleh informasi, belajar, berbagi pengalaman, dan bertumbuh bersama dalam ekosistem F&B Indonesia.
Pelajaran untuk Industri Event Organizer
Ada beberapa catatan penting yang bisa diambil dari Masakpora di Pestapora 2026. Pertama, kolaborasi lintas sektor antara media digital, kreator, chef, dan festival musik terbukti mampu menciptakan pengalaman baru yang tidak mudah dilupakan. Kedua, format interaktif dengan porsi terkontrol seperti KBBI dan TTM menjaga kualitas keterlibatan pengunjung. Ketiga, pembagian hasil masakan dan hadiah kecil seperti Es Teh Cekek menciptakan memori kolektif yang kuat.
Bagi para pelaku event organizer, Masakpora adalah contoh bagaimana sebuah acara tidak hanya menjual tontonan, tetapi juga pengalaman. Di tengah persaingan industri event yang semakin ketat, kemampuan merancang pengalaman yang melibatkan banyak indera dan meninggalkan kesan mendalam adalah pembeda antara acara yang ramai dan acara yang berdampak.
Yummy dan IDN telah menunjukkan bahwa panggung musik bisa disulap menjadi dapur raksasa. Dan dari dapur itu, lahir percakapan, kebersamaan, serta inspirasi baru bagi ekosistem kuliner Indonesia. Sebuah langkah kecil yang mungkin akan ditiru banyak pihak di masa depan. |WAW-DEOJ