Obat Nyamuk Bakar dan Es Teh Cekek Naik Panggung di Grand Indonesia
Jajaran perwakilan PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAA) dalam prosesi pemotongan pita, menandai hadirnya Crocs New Retail Concept Store Grand Indonesia.
Sebuah concept store bukan sekadar rak display. Ia adalah panggung. Dan Crocs, lewat peluncuran ulang gerainya di Grand Indonesia, membuktikan bahwa pengalaman belanja bisa dirancang seperti pertunjukan yang membuat orang ingin tinggal lebih lama, menyentuh, dan pulang membawa cerita.
DUNIAEOJAKARTA.COM – Ada yang berubah dari Crocs Grand Indonesia. Bukan sekadar cat baru atau lampu yang lebih terang. Sejak 30 Oktober 2026, gerai yang sudah beroperasi sejak 2021 itu menjelma menjadi semacam taman bermain. Interiornya modern dengan warna-warna cerah, ruangnya lebih lapang, display koleksi ditata atraktif, dan visual LED imersif menyambut siapa saja yang melangkah masuk. Perubahan ini bukan iseng. Ia adalah terjemahan dari kampanye global Crocs Come As You Are ke dalam bahasa ruang.
Bagi kacamata event organizer, langkah ini layak dibedah. Sebab apa yang dilakukan Crocs adalah persis yang sering luput dalam perencanaan acara di Indonesia. Yakni menyadari bahwa pengalaman bukanlah dekorasi, melainkan alur. Pengunjung tidak hanya datang, melihat, lalu pergi. Mereka diajak melewati serangkaian momen yang dirancang untuk membuat mereka merasa menjadi bagian dari sesuatu.
Momen pertama hadir lewat personalisasi Jibbitz. Di sini, pengunjung bisa menghias sepatu, sandal, dan tas Crocs dengan beragam charm sesuai selera. Pilihannya luas, mulai dari karakter film dan animasi, hobi, klub olahraga, hingga makanan dan minuman populer. Pengunjung bebas melakukan mix and match untuk membuat kombinasi yang mencerminkan minat, kepribadian, dan gaya personal mereka. Dalam bahasa event, ini adalah interactive station yang bekerja tanpa perlu pemandu. Ia membiarkan pengunjung menjadi kreator, bukan sekadar konsumen.
Yang menarik, Crocs tidak berhenti pada charm impor. Bersamaan dengan pembaruan gerai, mereka meluncurkan Indonesia Exclusive Jibbitz Charms Collection. Koleksi ini mengangkat ikon keseharian masyarakat Indonesia ke dalam bentuk charm. Ada obat nyamuk bakar, teko blirik, rantang susun, tumpeng, es teh cekek, hingga kaleng kerupuk. Edisi pertamanya sudah debut pada Hari Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus lalu, dan kini koleksi itu kembali hadir dengan desain baru.
Setiap charm menyimpan cerita. Rantang susun mengingatkan pada kebiasaan berbagi makanan. Es teh cekek membawa nostalgia jajan di kantin sekolah. Tumpeng identik dengan momen selamatan. Di sinilah kecerdasan kurasi bekerja. Crocs tidak menjual benda. Mereka menjual ingatan. Dan ingatan, dalam industri pengalaman, adalah mata uang yang paling tahan lama.
Dari sisi skala, gerai ini diklaim sebagai yang terbesar di Indonesia. Katalognya pun terlengkap. Ada siluet Classic dengan model clogs ikonik, plus varian Buckle yang memiliki aksen metal pada backstrap. Ada koleksi Echo yang lebih bold dan sporty untuk laki-laki, serta koleksi Ballet dengan siluet ramping bernuansa feminin. Untuk sandal, ada siluet Saturday tanpa backstrap dengan detail buckle enamel stylish dan sol ringan. Tersedia pula koleksi spesial dan limited edition dalam berbagai ukuran, serta koleksi tas seperti classic tote, backpack, dan belt bag. Kelengkapan ini penting. Sebab dalam rancangan acara, kedalaman pilihan adalah alasan bagi pengunjung untuk bertahan lebih lama, dan bertahan lebih lama berarti peluang transaksi yang lebih besar.
Namun yang paling patut dicatat adalah cara Crocs merayakan peluncuran ini. Mulai 28 Oktober hingga 1 November 2026, mereka menghadirkan rangkaian kegiatan interaktif bagi pengunjung. Ada undian Gachapon dengan minimal transaksi Rp 1.000.000. Hadiahnya beragam koleksi aksesori Crocs, mulai dari Jibbitz, wristlet, pouch bag, hingga tas. Gachapon adalah mekanisme sederhana, tetapi ia bekerja seperti hook dalam sebuah pertunjukan. Ia memberi kejutan, memicu rasa ingin tahu, dan membuat orang rela mengantre.
Jika ditarik benang merahnya, ada tiga kunci sukses yang bisa dipelajari event organizer dari peluncuran ini. Pertama, konsistensi narasi. Kampanye Come As You Are tidak berhenti di slogan. Ia hadir dalam ruang, dalam pilihan charm, dan dalam kebebasan mix and match. Kedua, lokalisasi yang jujur. Indonesia Exclusive Jibbitz Charms Collection tidak meminjam ikon budaya secara dangkal. Ia mengangkat benda-benda yang benar-benar hidup di keseharian, sehingga resonansinya terasa personal. Ketiga, desain alur yang partisipatif. Pengunjung tidak ditempatkan sebagai penonton, melainkan sebagai pelaku.
Di tengah pasar ritel dan acara yang kian ramai, pembeda bukan lagi sekadar produk. Pembeda adalah pengalaman yang membuat orang merasa dilihat, diingat, dan diajak bermain. Crocs Grand Indonesia, lewat wajah barunya, memberi contoh bagaimana sebuah gerai bisa dirancang seperti playground. Tempat di mana obat nyamuk bakar dan es teh cekek pun bisa naik panggung, tanpa kehilangan akar ceritanya. |WAW-DEOJ