ZTE dan GSMA Bersiap Sulap Kuala Lumpur Jadi Panggung Masa Depan Digital
ZTE and GSMA Announce Co-location Between ZTE Global Summit & User Congress and GSMA M360 ASEAN at MWC26 Shanghai
DUNIAEOJAKARTA.COM – Kuala Lumpur bersiap menjadi pusat perhatian industri teknologi global. Bukan tanpa alasan, dua pemain besar di ekosistem TIK, ZTE Corporation dan GSMA, sepakat menggelar acara akbar mereka secara bersamaan di ibu kota Malaysia pada September 2026 mendatang. Ini bukan sekadar soal dua event yang bertemu di satu kota, melainkan tentang bagaimana sebuah kolaborasi strategis mampu menciptakan gelombang baru dalam dunia pertemuan industri.
Bagi para pelaku industri event organizer, kabar ini seperti angin segar. Ini adalah contoh sempurna bagaimana sinergi antar raksasa bisnis dapat menghasilkan sebuah panggung megah yang tak hanya bernilai prestise, tetapi juga sarat akan konten dan daya tarik. ZTE, yang dikenal sebagai raksasa teknologi asal Tiongkok, resmi menjadi mitra strategis GSMA untuk ajang M360 ASEAN. Kesepakatan ini diumumkan di sela-sela MWC26 Shanghai pada 25 Juni lalu .
Yang menarik, penyelenggaraan bersama ini dirancang dengan sangat apik. ZTE Global Summit & User Congress yang ke-15 akan berlangsung pada 8-9 September 2026, disusul oleh GSMA M360 ASEAN pada 9-10 September 2026 . Dengan jadwal yang saling tindih satu hari, para peserta yang hadir, mulai dari CEO operator telekomunikasi, pejabat pemerintah, analis industri, hingga awak media bisa menikmati dua rangkaian acara sekaligus. Ini adalah strategi co-location yang cerdas, menciptakan critical mass yang mampu menarik partisipan lebih banyak dan memperpanjang durasi interaksi di ekosistem yang sama.
Dari sudut pandang event organizer, kepiawaian ZTE dalam merancang alur acara patut diacungi jempol. Mereka mengusung tema besar “Architecting Infinity – From Connectivity to Digital Value” yang dibagi menjadi empat sesi utama dengan huruf awal yang sama: VISION, VOLUME, VALUE, dan VENTURE . Ini bukan sekadar pembagian waktu, melainkan sebuah alur cerita yang terstruktur untuk membawa peserta dalam sebuah perjalanan transformasi.
Sesi VISION dirancang sebagai pembuka yang menggugah, mengajak peserta merenungkan masa depan ekonomi digital lima tahun ke depan. Pertanyaan-pertanyaan fundamental seperti bentuk ekonomi digital yang diidamkan dunia dan bagaimana visi ASEAN untuk kawasannya akan menjadi pemanasan yang menarik . Ini adalah esensi dari sebuah opening keynote yang kuat: menetapkan panggung dan mengarahkan ekspektasi.
Selanjutnya, sesi VOLUME adalah saat ZTE menunjukkan ototnya. Berfokus pada kapabilitas end-to-end, sesi ini akan membedah infrastruktur cerdas mulai dari AI for Network, Network for AI, pusat data, hingga jaringan otonom . Bagi peserta, ini adalah kesempatan untuk menyelami fondasi teknologi yang akan menopang masa depan digital.
Namun, highlight utama yang menjadi pembeda justru terletak pada sesi VALUE. ZTE membuat gebrakan dengan mendesain segmen ini sebagai sesi yang sepenuhnya dipimpin oleh pelanggan, tanpa ada keynote dari vendor. Sesi terpanjang dan paling bernilai ini akan menampilkan studi kasus nyata dan perspektif operator, menunjukkan secara gamblang di mana transformasi digital benar-benar menghasilkan dampak bisnis yang terukur . Inilah inovasi konten yang diidamkan setiap event organizer: menempatkan audiens sebagai bintang utama dan menyajikan materi yang aplikatif.
Puncaknya adalah sesi VENTURE, yang menjadi penutup bersejarah dengan menghadirkan dialog tingkat tertinggi tentang bagaimana industri secara kolektif membentuk era penciptaan nilai berikutnya. Sesi ini dirancang untuk mendorong kolaborasi dan networking tingkat atas, membuka peluang bagi terciptanya usaha-usaha baru dan penguatan ekosistem digital .
Tak hanya konten yang berbobot, ZTE juga paham bahwa acara besar membutuhkan daya tarik visual dan pengalaman. Sepanjang dua hari, peserta akan dimanjakan dengan sesi keynote inspiratif, diskusi panel, peluncuran produk inovatif, tur pameran, hingga pertunjukan robot . Keberadaan robot performance ini menjadi nilai jual tersendiri, menghadirkan elemen futuristik yang fotogenik dan berpotensi menjadi konten viral di media sosial.
Keberhasilan sebuah acara besar seringkali diukur dari siapa yang hadir. Dengan menggandeng GSMA, asosiasi yang mewadahi hampir seluruh operator seluler dunia, ZTE telah memastikan deretan pembicara dan peserta dari kalangan pemimpin pemerintahan, eksekutif operator, mitra ekosistem, dan media dari seluruh dunia akan memadati Kuala Lumpur . Ini bukan sekadar konferensi, ini adalah pasar global yang berkumpul di satu tempat.
Memasuki edisi ke-15, ZTE Global Summit & User Congress telah bertransformasi menjadi forum terbesar yang diselenggarakan sendiri oleh ZTE di luar Tiongkok . Kolaborasi dengan GSMA untuk edisi kali ini menunjukkan ambisi mereka untuk tidak hanya menjadi ajang tahunan, tetapi pusat gravitasi bagi diskusi transformasi digital di kawasan ASEAN dan dunia. Bagi para pelaku industri event organizer, ini adalah studi kasus tentang bagaimana kolaborasi, konten yang berpusat pada audiens, dan sentuhan teknologi dapat menciptakan sebuah mahakarya acara yang tak terlupakan. |WAW-DEOJ