Festival Perempuan Berdaya Berkarya: Saatnya Perempuan Jadi Motor Ekonomi Digital Indonesia

 Festival Perempuan Berdaya Berkarya: Saatnya Perempuan Jadi Motor Ekonomi Digital Indonesia

Tuesday, 21 October 2025

Festival Perempuan Berdaya Berkarya: Saatnya Perempuan Jadi Motor Ekonomi Digital Indonesia

“Teknologi membawa manfaat, tapi juga risiko. Karena itu, edukasi digital menjadi kunci agar perempuan tidak menjadi korban kejahatan daring,” tegasnya.

Ancaman di ruang digital tidak berhenti pada penipuan. Perempuan juga menjadi sasaran empuk konten negatif seperti pornografi dan judi online yang terus merembes ke ranah domestik melalui gawai di tangan. Meutya menekankan pentingnya literasi digital sebagai tameng utama. Bagi Meutya, literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan perangkat, tapi kemampuan menjaga nilai, moral, dan keamanan keluarga di ruang maya.

Festival Perempuan Berdaya Berkarya sendiri merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pujaan (Perempuan Jagoan Pencari Cuan) yang digagas oleh Bukalapak. Tujuannya sederhana tetapi berdampak besar: menyediakan ruang bagi perempuan untuk berbagi pengalaman, inspirasi, dan praktik baik pemberdayaan ekonomi berbasis digital.

Dalam acara itu, para peserta tidak hanya mendengarkan sambutan dan paparan data. Mereka saling bertukar kisah tentang bagaimana teknologi mengubah cara mereka berdagang, mengatur keuangan, hingga memperluas pasar tanpa meninggalkan rumah. Ada yang baru belajar memanfaatkan media sosial untuk promosi, ada pula yang sudah mengelola toko daring lintas provinsi.

Festival ini menjadi panggung bagi para perempuan pengusaha untuk menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar “ikut digitalisasi”, melainkan turut memimpin arah baru perekonomian nasional.

Bonifasius Wahyu Pudjianto, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi yang turut mendampingi Menteri Meutya, menyebut acara seperti ini penting untuk memperkuat kapasitas perempuan di era digital. “Pemberdayaan tidak cukup dengan akses teknologi, tetapi juga kemampuan memanfaatkannya secara produktif dan aman,” ujarnya di sela acara.

Dari sisi industri event, Festival Perempuan Berdaya Berkarya menghadirkan nuansa baru, sebuah pertemuan yang tidak sekadar menampilkan glamor panggung, tetapi memadukan edukasi, inspirasi, dan gerakan sosial dalam satu ruang. Bukalapak sebagai penyelenggara mampu mengemas kegiatan ini dengan pendekatan humanis yang membumi. Ruang-ruang diskusi, testimoni interaktif, hingga sesi berbagi tips digital marketing bagi UMKM perempuan dikonsep dengan gaya festival, bukan seminar kaku.

Di sinilah nilai lebih acara ini. Mempertemukan teknologi, ekonomi, dan keberdayaan sosial dalam satu ekosistem kreatif. Bagi para profesional di industri event organizer, festival ini menjadi contoh bagaimana sebuah acara bisa melampaui fungsi seremonialnya dan benar-benar menjadi wahana perubahan sosial.

Sebuah festival yang lahir dari data dan kebijakan, tapi tumbuh dengan cerita-cerita kecil tentang ketekunan dan keberanian perempuan Indonesia menaklukkan dunia digital.

“Angka-angka itu bukan sekadar statistik,” ujar Meutya sebelum menutup sambutannya. “Mereka adalah kisah nyata perempuan tangguh yang menjaga keluarga sambil menggerakkan ekonomi negara.”

Sore itu, tepuk tangan membahana. Bukan karena kata-kata Menteri, melainkan karena semua yang hadir tahu, mereka adalah bagian dari kisah itu.

Festival Perempuan Berdaya Berkarya bukan hanya acara, melainkan cermin dari sebuah perubahan besar: perempuan Indonesia tak lagi sekadar penerima manfaat digitalisasi, tapi penggeraknya. Dan di tengah derasnya arus teknologi, mereka tetap menjadi jangkar yang menjaga nilai, keluarga, dan masa depan bangsa. |WAW-DEJ

“Teknologi membawa manfaat, tapi juga risiko. Karena itu, edukasi digital menjadi kunci agar perempuan tidak menjadi korban kejahatan daring,” tegasnya.

Ancaman di ruang digital tidak berhenti pada penipuan. Perempuan juga menjadi sasaran empuk konten negatif seperti pornografi dan judi online yang terus merembes ke ranah domestik melalui gawai di tangan. Meutya menekankan pentingnya literasi digital sebagai tameng utama. Bagi Meutya, literasi digital bukan sekadar kemampuan menggunakan perangkat, tapi kemampuan menjaga nilai, moral, dan keamanan keluarga di ruang maya.

Festival Perempuan Berdaya Berkarya sendiri merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pujaan (Perempuan Jagoan Pencari Cuan) yang digagas oleh Bukalapak. Tujuannya sederhana tetapi berdampak besar: menyediakan ruang bagi perempuan untuk berbagi pengalaman, inspirasi, dan praktik baik pemberdayaan ekonomi berbasis digital.

Dalam acara itu, para peserta tidak hanya mendengarkan sambutan dan paparan data. Mereka saling bertukar kisah tentang bagaimana teknologi mengubah cara mereka berdagang, mengatur keuangan, hingga memperluas pasar tanpa meninggalkan rumah. Ada yang baru belajar memanfaatkan media sosial untuk promosi, ada pula yang sudah mengelola toko daring lintas provinsi.

Festival ini menjadi panggung bagi para perempuan pengusaha untuk menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar “ikut digitalisasi”, melainkan turut memimpin arah baru perekonomian nasional.

Bonifasius Wahyu Pudjianto, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi yang turut mendampingi Menteri Meutya, menyebut acara seperti ini penting untuk memperkuat kapasitas perempuan di era digital. “Pemberdayaan tidak cukup dengan akses teknologi, tetapi juga kemampuan memanfaatkannya secara produktif dan aman,” ujarnya di sela acara.

Dari sisi industri event, Festival Perempuan Berdaya Berkarya menghadirkan nuansa baru, sebuah pertemuan yang tidak sekadar menampilkan glamor panggung, tetapi memadukan edukasi, inspirasi, dan gerakan sosial dalam satu ruang. Bukalapak sebagai penyelenggara mampu mengemas kegiatan ini dengan pendekatan humanis yang membumi. Ruang-ruang diskusi, testimoni interaktif, hingga sesi berbagi tips digital marketing bagi UMKM perempuan dikonsep dengan gaya festival, bukan seminar kaku.

Di sinilah nilai lebih acara ini. Mempertemukan teknologi, ekonomi, dan keberdayaan sosial dalam satu ekosistem kreatif. Bagi para profesional di industri event organizer, festival ini menjadi contoh bagaimana sebuah acara bisa melampaui fungsi seremonialnya dan benar-benar menjadi wahana perubahan sosial.

Sebuah festival yang lahir dari data dan kebijakan, tapi tumbuh dengan cerita-cerita kecil tentang ketekunan dan keberanian perempuan Indonesia menaklukkan dunia digital.

“Angka-angka itu bukan sekadar statistik,” ujar Meutya sebelum menutup sambutannya. “Mereka adalah kisah nyata perempuan tangguh yang menjaga keluarga sambil menggerakkan ekonomi negara.”

Sore itu, tepuk tangan membahana. Bukan karena kata-kata Menteri, melainkan karena semua yang hadir tahu, mereka adalah bagian dari kisah itu.

Festival Perempuan Berdaya Berkarya bukan hanya acara, melainkan cermin dari sebuah perubahan besar: perempuan Indonesia tak lagi sekadar penerima manfaat digitalisasi, tapi penggeraknya. Dan di tengah derasnya arus teknologi, mereka tetap menjadi jangkar yang menjaga nilai, keluarga, dan masa depan bangsa. |WAW-DEJ

Related post