Kota Tua, Dua Puluh Suara, dan Satu Panggung untuk Indonesia
Ribuan Masyarakat Turut Memeriahkan Aice Got You! Panggung Crispymu! Season 2 Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta
DUNIAEOJAKARTA.COM – Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta, pada awal Oktober lalu bukan hanya menjadi latar bagi bangunan bersejarah. Di pelataran yang biasa dipenuhi wisatawan itu, sebuah panggung besar berdiri, dan di atasnya, dua puluh anak muda dari berbagai daerah bergantian menunjukkan kemampuan mereka. Ini adalah Grand Final Aice Got You! Panggung Crispymu! Season 2, sebuah perhelatan yang menutup perjalanan panjang dari empat kota, Tangerang, Lampung, Solo, dan Malang.
Bagi industri event organizer, apa yang dilakukan Aice Group lewat kompetisi bakat ini bukan sekadar ajang mencari juara. Ada pola yang bisa dibaca, sebuah strategi yang menggabungkan kompetisi, hiburan, dan aksi sosial dalam satu kemasan yang mengalir. Aice tidak hanya menjual es krim. Mereka membangun panggung, dan dari panggung itu, mereka memanen cerita.
Dari Empat Kota ke Satu Panggung
Perjalanan Season 2 dimulai jauh sebelum Grand Final. Rangkaian audisi di Tangerang, Lampung, Solo, dan Malang melibatkan ribuan peserta. Dari sana, dua puluh talenta terbaik dipilih. Mereka bukan hanya mereka yang bisa menyanyi atau menari. Mereka adalah mereka yang punya cerita, karakter, dan keberanian untuk tampil.
Menjelang Grand Final, para finalis mendapat coaching. Bukan hanya soal teknik vokal atau gerakan tari, tetapi juga penguasaan panggung dan cara membangun kepercayaan diri. Ini adalah detail yang sering dilewatkan event organizer pemula. Aice memahami bahwa penampilan yang matang lahir dari persiapan yang serius. Panggung bukan hanya soal siapa yang paling bersinar, tetapi juga bagaimana setiap peserta bisa mengeluarkan versi terbaik dari diri mereka.
Sylvana, Senior Brand Manager Aice Group, menyebut bahwa keberlanjutan acara ini adalah bagian dari upaya menciptakan ruang bagi更多人 untuk menunjukkan kreativitas. “Setiap orang punya cerita dan kemampuan yang layak mendapatkan panggung,” ujarnya. Pernyataan ini bukan sekadar basa-basi. Dalam industri event, menciptakan ruang yang inklusif dan aman bagi peserta adalah kunci untuk mendapatkan partisipasi yang genuine.
Kehebohan di Kota Tua
Grand Final digelar selama dua hari. Ribuan pengunjung hadir langsung. Mereka tidak hanya menonton, tetapi juga terlibat dalam berbagai aktivitas. Ada games, ada foto dengan hanbok, ada nuansa Korea yang sengaja dihadirkan untuk memperkuat tema. Ini adalah langkah cerdas. Event bukan hanya tontonan, tetapi pengalaman. Pengunjung diajak masuk ke dalam dunia yang dibangun Aice.
Malam semakin meriah dengan penampilan Kotak, Armand Maulana, Tipe-X, Drive, dan Semmy Blank. Nama-nama ini bukan kalangan sembarangan. Mereka adalah musisi yang punya basis penggemar luas. Kehadiran mereka menarik perhatian, tetapi juga memberi bobot pada acara. Kresna Julio yang memandu acara menambah energi dengan gaya khasnya.
Dari sisi event organizer, pemilihan talenta pengisi acara adalah keputusan strategis. Aice tidak hanya mengandalkan finalis yang mungkin belum dikenal luas. Mereka mendatangkan nama-nama besar untuk memastikan acara tetap menarik, bahkan bagi mereka yang tidak mengikuti audisi. Ini adalah cara untuk memperluas jangkauan audiens.
Panggung yang Mengalir ke Solidaritas
Yang membuat Grand Final ini berbeda adalah bagaimana semangat “Satu Panggung, untuk Indonesia” diterjemahkan menjadi aksi nyata. Selama dua hari, total 16.758 es krim terjual di lokasi acara. Seluruh hasil penjualan, ditambah donasi Rp10 untuk setiap like selama TikTok Live Aice Indonesia, terkumpul menjadi Rp101.575.410. Dana ini akan disalurkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana, bekerja sama dengan Kitabisa.
Ini adalah inovasi yang patut dicatat. Event tidak berhenti pada euforia panggung. Aice mengubah antusiasme pengunjung dan penonton live streaming menjadi dukungan konkret. Setiap like, setiap pembelian es krim, punya makna. Pengunjung tidak hanya menikmati acara, tetapi juga merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar.
Bagi event organizer, ini adalah pelajaran tentang bagaimana merancang mekanisme yang menghubungkan keseruan acara dengan dampak sosial. Tidak mudah untuk membuat audiens merasa bahwa partisipasi mereka punya arti di luar hiburan semata. Aice melakukannya dengan cara yang sederhana namun efektif.
Kunci Sukses yang Bisa Dipelajari
Ada beberapa hal yang membuat Aice Got You! Panggung Crispymu! Season 2 berhasil menarik perhatian. Pertama, konsistensi. Season 1 pada 2025 mendapat antusiasme luar biasa, dan Aice tidak serta-merta berpuas diri. Mereka kembali dengan panggung yang lebih luas dan jangkauan yang lebih besar. Ini menunjukkan bahwa mereka serius membangun acara ini sebagai bagian dari identitas brand.
Kedua, pemilihan lokasi. Taman Fatahillah di Kota Tua bukan hanya tempat strategis, tetapi juga punya nilai historis dan estetika. Latar bangunan kolonial memberikan sentuhan berbeda pada acara. Pengunjung tidak hanya datang untuk menonton, tetapi juga untuk merasakan atmosfer tempat.
Ketiga, kolaborasi yang tepat. Aice menggandeng musisi papan atas, dewan juri yang kredibel, dan platform donasi seperti Kitabisa. Setiap elemen dipilih dengan cermat untuk memperkuat pesan dan memperluas jangkauan.
Keempat, pengalaman yang interaktif. Hanbok, games, dan berbagai aktivitas lain membuat pengunjung merasa terlibat. Mereka bukan hanya penonton pasif, tetapi bagian dari acara.
Empat Talenta, Empat Cerita
Di balik kemeriahan, ada empat nama yang berhasil mencuri perhatian. Shaney Aurelia meraih Juara 1 dan membawa pulang dua tiket perjalanan ke Korea Selatan serta uang tunai Rp20 juta. S. A. Rafly Fuzi Maulana atau Hookha dari Lampung meraih Juara 2 dengan hadiah smartphone senilai Rp15 juta dan uang tunai Rp15 juta. Bhairawa, juga dari Lampung, meraih Juara 3 dengan smartphone senilai Rp10 juta dan uang tunai Rp10 juta. Charlize Evangeline dari Solo meraih juara favorit dengan smartphone senilai Rp5 juta dan uang tunai Rp5 juta.
Bagi mereka, ini bukan hanya soal hadiah. Shaney menyebut bahwa panggung Aice Got You adalah tempat untuk berekspresi dan menampilkan bakat. Ia bahkan menantikan Season 3 tahun depan. Ini adalah indikasi bahwa acara ini berhasil membangun hubungan emosional dengan pesertanya.
Perspektif dari Meja Juri
Dewan juri yang terdiri dari Armand Maulana, Tantri Kotak, dan Semmy Blank memberikan penilaian yang tidak hanya melihat kemampuan teknis. Armand menyebut bahwa karakter dan keberanian untuk menunjukkan diri di atas panggung adalah bagian yang membuat penampilan bisa diingat. Tantri melihat keberagaman karakter sebagai kekuatan acara ini. Semmy Blank menekankan bahwa pengalaman tampil di panggung nasional adalah bekal berharga bagi para talenta.
Pernyataan-pernyataan ini penting bagi event organizer. Mereka menunjukkan bahwa penilaian dalam sebuah kompetisi tidak harus kaku. Aspek humanis, cerita, dan keberanian sering kali lebih menarik daripada sekadar teknik yang sempurna.
Menutup Season 2 dengan Satu Panggung
Grand Final di Kota Tua menjadi penutup perjalanan Aice Got You! Panggung Crispymu! Season 2. Dari Tangerang hingga Malang, dari Lampung hingga Solo, rangkaian ini membawa beragam talenta ke satu panggung di Jakarta. Lebih dari sekadar kompetisi, perjalanan tersebut mempertemukan peserta, musisi, dan masyarakat dalam sebuah pengalaman yang menggabungkan kreativitas, hiburan, dan semangat berbagi.
Sylvana menutup dengan pesan yang sederhana namun dalam. “Aice percaya setiap panggung bisa menjadi awal dari cerita berikutnya. Karena itu, yang ingin kami bawa dari Aice Got You! bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi keberanian setiap talenta untuk tampil dan terus berkembang.”
Bagi industri event organizer, pesan ini adalah pengingat. Sebuah acara yang sukses bukan hanya yang berhasil mendatangkan banyak orang atau mendapat liputan media. Acara yang sukses adalah yang mampu meninggalkan kesan, membangun hubungan, dan memberi dampak yang lebih luas. Aice Got You! Panggung Crispymu! Season 2 tampaknya telah melakukan itu. Dan bagi mereka yang menantikan Season 3, pertanyaannya bukan lagi tentang siapa yang akan menang, tetapi cerita apa lagi yang akan lahir dari panggung berikutnya. |WAW-DEOJ