Pedoman Resmi Kemenpora untuk Merajut Semangat Sumpah Pemuda dalam Panggung Event Kolaboratif
Friday, 24 October 2025
Pedoman Resmi Kemenpora untuk Merajut Semangat Sumpah Pemuda dalam Panggung Event Kolaboratif

DUNIAEOJAKARTA.COM – 28 Oktober 2025 mendatang akan menjadi hari di mana denyut nadi sejarah kembali berdetak kencang. Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 bukan sekadar upacara seremonial. Ia adalah panggung besar bagi para Event Organizer (EO) untuk mentransformasi nilai-nilai luhur menjadi pengalaman yang menggerakkan.
Berdasarkan Pedoman Pelaksanaan yang dikeluarkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), tema sentral yang diusung adalah “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”. Tema ini bukan sekadar slogan. Ia adalah jiwa yang harus dihidupkan dalam setiap detail acara. Bagi EO, ini berarti menciptakan ruang di mana kolaborasi, bukan kompetisi, menjadi nafas utama.
Logo resmi peringatan ini menyimpan kode kreatif yang dalam. Sayap Burung Garuda yang membentuk tangan melambangkan kekuatan persatuan. Panah ke depan adalah simbol progresivitas, sementara gerak melingkar menegaskan kesetaraan dan kolaborasi tanpa hierarki. Elemen besi mengingatkan pada keteguhan dan kerja keras. EO ditantang untuk menerjemahkan filosofi visual ini menjadi instalasi, stage design, atau aktivitas partisipatif yang tak hanya indah dilihat, tetapi juga menyentuh nalar.

Kunci sukses pertama terletak pada pemahaman mendalam terhadap “Azas” dan “Ciri” yang ditetapkan. Acara harus mengedepankan karakter bangsa, kesatuan, kemandirian, dan manfaat. Ini berarti konten acara harus dirancang untuk memantik api patriotisme, memperkokoh identitas kebangsaan, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi pemuda.
Rangkaian kegiatan yang tercantum dalam pedoman menawarkan kanvas lebar bagi inovasi EO. Dari town hall yang intim hingga Collabs Rangers yang dinamis, dari Pertukaran Pemuda Antar Provinsi yang membuka wawasan hingga Kreativisia yang memamerkan bakat. Tantangan bagi EO adalah memastikan setiap elemen tidak berjalan sendiri, tetapi saling terhubung dalam narasi besar “bergerak” dan “bersatu”.
Untuk acara tingkat daerah, pedoman memberikan kelonggaran dengan menyesuaikan potensi lokal. EO bisa menggelar dialog kebangsaan dengan narasumber inspiratif dari daerahnya, festival budaya yang memadukan tradisi dengan ekspresi modern, atau pameran karya inovasi dan wirausaha muda. Olahraga dan seni harus menjadi jembatan persaudaraan, bukan hanya ajang pertandingan.
Aspek teknis penyelenggaraan juga diatur dengan rinci. Bagi EO yang menangani upacara bendera, susunan acara telah ditetapkan secara baku, mulai dari pengibaran bendera, pembacaan teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945, Teks Sumpah Pemuda 1928, hingga menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Fleksibilitas diberikan jika upacara harus dipindahkan ke dalam ruangan.

Keunikan dari event peringatan ini adalah sifatnya yang wajib diselenggarakan dari tingkat pusat hingga daerah, bahkan di Perwakilan RI di luar negeri. Ini menciptakan ekosistem event yang masif dan serentak. EO yang terlibat bukan hanya menjadi pelaksana teknis, tetapi mitra strategis dalam menyebarkan virus optimisme dan persatuan.
Kunci sukses terakhir, namun paling krusial, adalah memastikan acara tidak berakhir saat panggung diturunkan. Semangat yang tergugah harus dialirkan menjadi aksi nyata. EO dapat mendesain mekanisme follow-up, seperti platform digital untuk melanjutkan kolaborasi atau program pendampingan bagi proyek-proyek pemuda yang terpilih selama acara.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 adalah lebih dari sekadar proyek event. Ia adalah undangan untuk merajut kembali memori kolektif bangsa, untuk mengukir optimisme di atas batu pesimisme, dan untuk membuktikan bahwa dalam setiap diri pemuda Indonesia, masih berkobar api yang sama yang pada 1928 lalu menyatakan Satu Tanah Air, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa. Di pundak para EO-lah amanah untuk menyalakan kembali api itu. |WAW-DEJ
Download Pedoman Resmi Pelaksanaan Perayaan Hari Sumpah Pemuda di Sini.