Pilar-Pilar Disingkirkan, 350 Kursi pun Bisa Menari
Archipelago Hotels buka fave+ hotel pertama di Lampung
Di tengah hiruk-pikuk Bandar Lampung yang terus bertumbuh, sebuah hotel bintang tiga hadir dengan senjata utama yang tak biasa. Bukan sekadar tempat tidur pintar atau kolam renang indoor. Fave+ hotel Lampung justru mengandalkan ballroom berkapasitas 350 tamu sebagai ujung tombak bisnis. Sebuah strategi yang mengubah logika akomodasi menjadi panggung event.
DUNIAEOJAKARTA.COM – BANDAR LAMPUNG, Di sebuah ruang seluas langit-langit tanpa pilar yang mengganggu pandangan, hingga 350 kursi bisa ditata dalam formasi teater. Atau bisa pula diubah menjadi 150 meja bundar untuk gala dinner. Atau menjadi ruang kelas untuk seminar. Atau menjadi panggung pernikahan dengan dekorasi sepuas hati.
Ini bukan milik gedung konvensi milik pemerintah. Ini ada di dalam hotel bintang tiga.
Pada 17 Mei 2026, Archipelago Hotels secara resmi membuka fave+ hotel Lampung di Jalan Sultan Agung Nomor 81, Sepang Jaya, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung. Ada 128 kamar pintar di dalamnya. Ada kolam renang indoor. Ada Lime Restaurant yang buka dari pukul 06.00 hingga 22.00. Namun yang membuat para event organizer di Sumatra bagian selatan menyisihkan kalender mereka adalah satu fakta: hotel ini memiliki ballroom tanpa pilar berkapasitas 350 orang plus tiga ruang meeting fleksibel.
Bagi para penyelenggara acara, dari wedding organizer hingga perusahaan penyelenggara konferensi, fasilitas semacam ini adalah emas. Karena tak semua hotel di Bandar Lampung—apalagi dengan kategori harga bintang tiga—berani menyematkan klaim “pillarless ballroom” dengan dukungan LED videotron dan sistem audiovisual terintegrasi.
Menyambut Gelombang MICE di Tengah Jalan Tol
Apa yang dilakukan Archipelago Hotels sebenarnya merespons data domestik yang bergerak cepat. Permintaan perjalanan wisatawan domestik meningkat. Aktivitas investasi di Lampung bertumbuh. Dan provinsi ini secara perlahan menjelma menjadi pintu gerbang komersial dan pariwisata di Sumatra.
Dengan lokasi yang hanya 15 menit dari Gerbang Tol Kotabaru dan 35 menit dari Bandara Internasional Radin Inten II, fave+ hotel Lampung menempati posisi yang sulit ditandingi. Hotel ini berada di pusat kota, dekat dengan distrik bisnis, koridor perbelanjaan, dan sentra kuliner. Namun yang lebih penting bagi para event organizer, hotel ini juga menjadi titik awal yang nyaman untuk mengatur tur ke Pulau Pahawang, Teluk Kiluan yang terkenal dengan lumba-lumbanya, atau Taman Nasional Way Kambas.
Seorang EO yang mengelola acara korporat skala menengah tak perlu lagi membagi timnya ke dua lokasi berbeda. Satu tim mengurusi akomodasi peserta, tim lain mengurusi venue. Semua bisa dilakukan di satu atap.
John Flood, Chief Executive Officer Archipelago Hotels, menyebut pembukaan ini sebagai tonggak penting dalam ekspansi ke destinasi berkembang di Sumatra. Katanya dalam siaran pers yang dirilis 18 Mei 2026, hotel ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan wisatawan masa kini dengan memadukan kenyamanan, kemudahan, dan teknologi pintar.
Namun kalangan event organizer membaca pesan yang lebih dalam. Ini adalah pernyataan bahwa hotel bintang tiga tak lagi hanya tempat tidur dan sarapan. Ini adalah ruang produksi acara.
Teknologi Pintar di Ruang Rapat
Satu lapisan lain yang membuat fave+ hotel Lampung menarik perhatian para EO adalah komitmennya pada infrastruktur digital di setiap ruang meeting. Tiga ruang meeting fleksibel itu bisa dikonfigurasi dalam empat gaya: teater, kelas, huruf U, atau boardroom. Setiap ruang didukung oleh LED videotron, sistem audiovisual, dan Wi-Fi berkecepatan tinggi.
Bagi EO yang mengadakan seminar dengan presentasi berat data, atau workshop interaktif yang membutuhkan koneksi stabil, ini adalah kisi-kisi yang membuat napas lega. Sebab gangguan teknis adalah musuh utama profesionalitas.
Sementara itu, 128 smart room yang dilengkapi Google Nest Hub, Smart LED TV, dan tempat tidur berbahan katun 100 persen menjadi nilai tambah bagi peserta acara yang membutuhkan istirahat berkualitas. Kategori suite bahkan menawarkan dapur dan bathtub. Fasilitas gym yang segera dibuka melengkapi kebutuhan tamu korporat yang tak mau kehilangan rutinitas olahraga saat bepergian.
Potensi Viral dari Sebuah Private Dining Room
Para EO yang cermat biasanya mencari sesuatu yang tak tertulis di brosur utama. Di fave+ hotel Lampung, detik itu adalah keberadaan private dining room yang akan tersedia untuk acara korporat dan makan malam eksklusif. Lime Restaurant yang melayani hidangan Indonesia dan Western untuk 80 tamu memang menjadi tulang punggung layanan makanan. Namun ruang makan privat ini adalah ruang gelap yang menyimpan potensi kejutan.
Bayangkan: sebuah perusahaan mengadakan rapat tertutup di ruang meeting, lalu dilanjutkan dengan working lunch di private dining room tanpa harus berbagi ruang dengan tamu hotel lain. Atau sebuah gathering eksklusif untuk 20 klien terbaik, dengan menu yang dirancang khusus. EO yang menguasai detail semacam ini biasanya mendapat loyalitas klien yang lebih tinggi.
Kolam renang indoor yang terpisah antara dewasa dan anak-anak juga menjadi nilai jual untuk acara keluarga besar atau reuni. Ketika orang dewasa berdiskusi di ballroom, anak-anak bisa diawaki berenang di kolam terpisah. Sebuah kenyamanan yang sering terlupakan.
Fave+ vs Fave Biasa: Apa Bedanya bagi EO?
Dalam struktur merek Archipelago Hotels, favehotels adalah portofolio terbesar kedua dengan lebih dari 50 hotel beroperasi dari Sumatra hingga Papua. Merek ini dikenal sebagai pemimpin akomodasi budget dan acara skala kecil, menawarkan nilai lebih bagi wisatawan yang mencari tempat sederhana, bersih, dan nyaman di lokasi prima.
Fave+ adalah peningkatan. Ada embel-embel “plus” yang berarti ruang lebih luas, fasilitas lebih lengkap, dan yang paling penting bagi EO, kapasitas ballroom yang melampaui ekspektasi hotel bintang tiga biasa.
Dengan kehadiran fave+ hotel Lampung, para EO di Bandar Lampung dan sekitarnya kini punya opsi baru untuk acara dengan ukuran 150 hingga 350 tamu. Bukan sekadar ruang pertemuan, tetapi panggung produksi yang siap diisi ide.
Menanti Respon dari Lapangan
Tentu saja, sebuah fasilitas hanyalah alat. Yang menentukan sukses sebuah acara adalah kualitas layanan, ketepatan waktu, fleksibilitas negosiasi paket, dan kemauan manajemen hotel untuk mendengar kebutuhan spesifik EO. Paket MICE all-inclusive disebut tersedia atas permintaan. Tapi seberapa jauh fleksibilitas itu berjalan, hanya waktu dan ulasan para EO pertama yang akan menjawab.
Yang pasti, dengan dibukanya fave+ hotel Lampung pada 17 Mei 2026, peta persaingan venue acara di Bandar Lampung berubah. Tak lagi hanya hotel mewah yang bisa mengklaim memiliki ballroom megah. Sekarang, hotel bintang tiga dengan 128 kamar pintar itu ikut mengambil panggung. Dan para event organizer, seperti biasa, akan menjadi wasit paling jujur di lapangan. |WAW-DEOJ