3 Juta Ton Sampah Jakarta vs 218 Kg Aksi Nyata

 3 Juta Ton Sampah Jakarta vs 218 Kg Aksi Nyata

DUNIAEOJAKARTA.COM – Jakarta, kota yang tak pernah lelap. Di balik gemerlap gedung-gedung pencakar langit dan deru kendaraan, ia menyimpan persoalan pelik yang kian menggunung sampah. Data terbaru menyebutkan, ibukota menghasilkan 3,17 juta ton sampah per tahun. Sebanyak 22,95 persen di antaranya adalah plastik, material yang butuh ratusan tahun untuk terurai.

Di tengah bayang-bayang angka itu, pada suatu pagi di awal November, sekelompok manusia berkumpul. Mereka bukan demonstran, bukan pula peserta karnaval. Mereka adalah 550 pegawai dari berbagai lini SCG, serta para pegiat lingkungan yang tergabung dalam Trash Ranger Indonesia. Dengan kantong sampah di tangan dan semangat di hati, mereka menyusuri jalur dari Bundaran HI menuju Dukuh Atas. Bukan sekadar jalan santai, melainkan sebuah aksi nyata memunguti sampah yang berserakan.

Article content
Article content

Inilah ESG Fun Walk 2025, sebuah event yang lahir dari keprihatinan dan sekaligus harapan. Lebih dari sekadar aktivitas perusahaan, event ini adalah sebuah narasi baru dalam cara industri melihat tanggung jawab sosialnya. Pattaraphon Charttongkum, Presiden Direktur SCG Indonesia, menyebutnya sebagai bagian dari prinsip Inclusive Green Growth. “Transformasi menuju industri berkelanjutan harus dimulai dari dalam,” ujarnya.

Yang menarik dari acara ini bukan hanya pada aksi pungut sampahnya, melainkan pada desain acara yang memadukan unsur olahraga, edukasi, dan seni. Peserta tidak hanya berjalan kaki, mereka juga diajak untuk memahami cara memilah sampah dengan benar melalui sesi “Edukasi Pilah Sampah” yang digelar bersama Trash Ranger Indonesia. Founder komunitas tersebut, Dimas Dwi Pangestu, menekankan bahwa masalah lingkungan adalah soal tanggung jawab personal. “Gerakan kecil ini mungkin hanya secuil, tapi kesadaran bisa dipupuk dari hal-hal sederhana,” katanya.

Kunci sukses event semacam ini terletak pada kolaborasi. SCG tidak bergerak sendiri. Mereka menggandeng komunitas lokal yang paham medan, memadukan kekuatan korporasi dengan semangat akar rumput. Hasilnya, lebih dari 218 kg sampah berhasil dikumpulkan hanya dalam satu hari. Angka itu mungkin kecil dibandingkan total sampah Jakarta, tetapi ia adalah simbol bahwa perubahan bisa dimulai dari mana saja.

Article content
Article content
Article content

Yang tak kalah inspiratif adalah nasib sampah-sampah itu selanjutnya. Mereka tidak akan berakhir di tempat pembuangan akhir. Bersama Trash Ranger Indonesia, sampah tersebut akan diolah menjadi instalasi seni yang akan dipamerkan dalam ESG Symposium 2025 Indonesia. Sampah pun menemukan kehidupan barunya, bukan sebagai masalah, melainkan sebagai bagian dari solusi dan inspirasi.

Event ESG Fun Walk 2025 adalah contoh bagaimana sebuah acara bisa dirancang dengan dampak ganda. Ia tidak hanya menyelesaikan masalah sesaat, tetapi menanamkan nilai, membangun kebiasaan, dan menciptakan legacy berupa kesadaran kolektif. Ia adalah jawaban atas pertanyaan bagaimana event organizer dan industri bisa bersama-sama merawat bumi, satu langkah kaki, satu pick up sampah, pada satu waktu. |WAW-DEOJ

Related post