Event Ini Lahirkan 200 Pengusaha Perempuan Baru

 Event Ini Lahirkan 200 Pengusaha Perempuan Baru

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, CEO Eramet Indonesia Jérôme Baudelet, dan Founder & CEO YCAB Foundation Veronica Colondam meluncurkan program LAKSMI (Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi) di Ternate, Rabu (21/01/2026). Program ini dirancang untuk mendukung pemberdayaan perempuan pelaku UMKM ultra mikro di Maluku Utara melalui pelatihan literasi keuangan dan pemasaran digital, pendampingan usaha, serta akses permodalan guna memperkuat kapasitas usaha dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Dari Ternate, Sebuah Revolusi Ekonomi yang Dipimpin Perempuan Dimulai. Program yang Diujicoba di Jakarta Ini Menunjukkan Kunci Transformasi adalah Akses, Bukan Sekadar Bantuan.

DUNIAEOJAKARTA.COM – TERNATE, Di sebuah ruang pertemuan hotel di Ternate, Rabu (21/2/2026), aroma pala dan cengkeh seolah bersaing dengan aura optimisme yang terpancar dari para perempuan di balik stan-stan produk UMKM. Mereka, penjual sambal colo-colo, perajin tenun, hingga pengusaha kue tradisional, bukan sekadar memajang dagangan. Mereka adalah bukti awal dari sebuah upaya sistematis mengubah lanskap ekonomi ultra mikro di Maluku Utara.

Acara “LAKSMI Local Kick-Off & Community Talk” itu menjadi titik resmi dimulainya program LAKSMI (Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi) di Ternate, sebuah kolaborasi antara Eramet Indonesia dan YCAB Foundation. Kehadiran Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, CEO Eramet Indonesia Jérôme Baudelet, serta Founder & CEO YCAB Foundation Veronica Colondam dalam satu forum, menandakan level serius dari inisiatif ini.

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, CEO Eramet Indonesia Jérôme Baudelet, dan Founder & CEO YCAB Foundation Veronica Colondam meluncurkan program LAKSMI (Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk Inklusi) di Ternate, Rabu (21/01/2026). Program ini dirancang untuk mendukung pemberdayaan perempuan pelaku UMKM ultra mikro di Maluku Utara melalui pelatihan literasi keuangan dan pemasaran digital, pendampingan usaha, serta akses permodalan guna memperkuat kapasitas usaha dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Lebih Dari Pelatihan, Sebuah Ekosistem Inklusif

Program LAKSMI hadir menjawab tantangan klasik yang membelit usaha ultra milik perempuan di daerah. Data menunjukkan, mereka sering terbentur pada dinding keterbatasan akses. Bukan hanya akses modal, tetapi yang lebih krusial adalah akses terhadap pengetahuan usaha yang terstruktur, pendampingan berkelanjutan, dan literasi digital untuk pemasaran.

“Ketika UMKM perempuan diperkuat melalui pelatihan dan pendampingan yang tepat, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga oleh keluarga, komunitas, dan pembangunan ekonomi daerah secara keseluruhan,” kata Gubernur Sherly Tjoanda Laos dalam sambutannya, menggarisbawahi efek multiplikasi yang diharapkan.

Program ini dirancang dengan pendekatan berjenjang. Tahap awal akan memberikan pelatihan literasi keuangan dan pemasaran digital kepada 200 pelaku usaha perempuan ultra mikro di Ternate. Dari sana, akan terpilih 25 peserta terbaik yang akan menerima hibah usaha untuk pengembangan lebih lanjut. Seleksi ketat dilakukan berdasarkan peningkatan pengetahuan, partisipasi, keterampilan digital, dan komitmen mereka.

Formula Sukses yang Terbukti dari Jakarta

Keyakinan bahwa formula LAKSMI bisa bekerja di Ternate, bukanlah sebuah spekulasi. Program ini merupakan replikasi dari keberhasilan yang telah dicatat di Jakarta sejak diluncurkan September 2024.

Veronica Colondam dari YCAB Foundation membeberkan angka-angka yang meyakinkan. Target awal pelatihan daring berbasis ChatBot di Jakarta adalah 400 peserta. Nyatanya, 460 UMKM perempuan berhasil menyelesaikannya, melampaui ekspektasi. Lebih lanjut, dari target 80% penyelesaian MasterClass lanjutan, mereka mencapai 82% dengan lebih dari 190 peserta. Yang paling menggembirakan, lebih dari separuh peserta mengalami peningkatan pengetahuan yang terukur setelah pelatihan.

“Program LAKSMI hadir tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas usaha, tetapi juga untuk menguatkan kepercayaan diri, jejaring, serta perluasan akses terhadap peluang ekonomi yang lebih luas,” ujar Jérôme Baudelet, CEO Eramet Indonesia. Baginya, Maluku Utara adalah wilayah yang istimewa, bukan hanya sebagai lokasi operasional Weda Bay Nickel, tetapi sebagai komunitas yang tumbuh bersama.

Kunci Sukses Melampaui Angka

Jika ada pelajaran dari kesuksesan di Jakarta yang akan diterapkan di Ternate, kuncinya ada pada tiga hal.

Pertama, pendekatan human-centered. Program ini dirancang khusus untuk konteks perempuan pelaku usaha ultra mikro, dengan modul yang mudah dicerna dan aplikatif. Penggunaan teknologi ChatBot untuk pelatihan dasar di Jakarta membuktikan bahwa inovasi sederhana bisa menjangkau banyak orang dengan efektif.

Kedua, jejaring dan pendampingan (mentoring) yang berkelanjutan. LAKSMI tidak berhenti di pelatihan satu arah. Adanya sesi MasterClass dan mentoring lanjutan bagi peserta terpilih menciptakan ruang untuk bertanya, berbagi, dan tumbuh bersama. Jejaring ini yang kemudian menjadi tulang punggung ketahanan usaha.

Ketiga, kolaborasi otentik antar pemangku kepentingan. Program ini tidak hadir sebagai CSR yang berdiri sendiri. Keikutsertaan pemda sejak awal menciptakan rasa kepemilikan dan memastikan program selaras dengan agenda pembangunan daerah. Kolaborasi dengan YCAB Foundation yang memiliki rekam jejak panjang dalam pemberdayaan perempuan dan UMKM juga menjadi jaminan metode yang digunakan telah teruji.

Hari itu di Ternate, pameran produk bukan sekadar pajangan. Setiap botol sambal, setiap helai tenun, adalah sebuah narasi tentang potensi yang menunggu untuk disempurnakan. Program LAKSMI hadir dengan janji untuk menjadi katalisatornya. Mereka sedang menulis sebuah cerita baru, di mana ekonomi inklusif dimulai dengan memberdayakan perempuan yang paling ujung tombak, para pejuang ekonomi ultra mikro. Hasilnya di Jakarta telah berbicara. Sekarang, Ternate bersiap untuk menjawab. |WAW-DEOJ

Related post