Kisah Kurban FIFGROUP yang Tak Terlupakan
Seremoni penyerahan hewan kurban FIFGROUP digelar pada Kamis, 28 Mei 2026 berlokasi di lapangan masjid Al-Ikhsan, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Penyerahan dilakukan oleh CEO FIFGROUP Indra Gunawan (ketiga dari kanan) didampingi oleh Direktur FIFGROUP Setia Budi Tarigan (paling kanan), Direktur FIFGROUP Esther Sri Harjati (kedua dari kanan) dan Direktur FIFGROUP Daniel Hartono (paling kiri) kepada Wakil Camat Cilandak, M. Suryadi (ketiga dari kiri) didampingi Ketua RW 01 Lebak Bulus, Nasution (kedua dari kiri).
Bukan Sekadar Sapi: Satya, Kurban Terbesar yang Bikin Lebak Bulus Bergema
DUNIAEOJAKARTA.COM – Ada yang berbeda di lapangan masjid Al-Ikhsan, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis pagi (28/5/2026). Bukan hanya karena 502 hewan kurban, 4 sapi dan 498 kambing, mulai didistribusikan. Tapi karena di balik seremoni penyerahan yang dihadiri CEO FIFGROUP Indra Gunawan dan Wakil Camat Cilandak M. Suryadi, tersimpan sebuah denyut operasional yang jarang dibuka ke publik: bagaimana sebuah perusahaan pembiayaan dengan 262 jaringan cabang di Indonesia mengelola ritual Iduladha sebesar Rp2 miliar, dari dana sosial syariah, hingga sampai ke meja panitia di tingkat RW.
Bagi para event organizer dan pengelola program sosial korporat, angka 502 ekor dan Rp2 miliar bukanlah sekadar catatan. Itu adalah panggung logistik, koordinasi multistakeholder, dan kreativitas penamaan yang dirancang menyentuh publik. Tahun ini, FIFGROUP melakukannya dengan satu pusat perhatian bernama Satya.
Satya adalah sapi Limosin berbobot 1.100 kilogram. Hewan kurban terbesar yang pernah disalurkan FIFGROUP. Sehat, bugar, bertubuh tambun, dan disambut warga dengan antusiasme layaknya bintang tamu. Namun yang menarik bukan hanya ukuran fisiknya. Nama “Satya” dipilih bukan tanpa kalkulasi narasi: tekad, ketulusan, hasil nyata. Dalam industri event, pemilihan nama hewan kurban unggulan seperti ini bukan sekadar seremonial. Ia adalah story asset yang siap jadi bahan viral, foto bersama masyarakat, dan headline media. Sapi seberat 1,1 ton dengan nama filosofis: itu visual hook yang langka.
Yang tak kalah rumit adalah distribusinya. Tidak hanya di Menara FIF Jakarta dan instansi setempat seperti Koramil Cilandak, Polsek Cilandak, Kodim Jakarta Selatan, serta Kelurahan Lebak Bulus. Tapi juga ke 262 cabang FIFGROUP di seluruh Indonesia. Artinya, ada rantai dingin, jadwal penyembelihan serentak, dan koordinasi dengan otoritas lokal di masing-masing daerah. Bagi EO yang biasa mengelola event chain multikota, ini adalah studi kasus bagaimana standar operasional kurban korporat bisa dijalankan tanpa kehilangan sentuhan seremonial di pusat.
Satu hal yang jarang diekspos: program ini berasal dari Dana Sosial Syariah FIFGROUP, bukan dari anggaran pemasaran biasa. Maka pengelolaannya melibatkan verifikasi penerima, audit kepatuhan syariah, dan pelaporan yang transparan. Hal inilah yang kemudian memungkinkan Wakil Camat Cilandak, M. Suryadi, memberikan pernyataan publik bahwa kegiatan ini “konsisten” dan “diharapkan terus berlanjut”. Konsistensi adalah kata kunci yang paling berat di dunia event. Sekali heboh, lalu hilang, maka tidak membangun ekuitas sosial.
CEO FIFGROUP Indra Gunawan dalam sambutannya menyebut harapan agar penyaluran kurban ini menjadi “langkah kebaikan yang terus berkelanjutan.” Bagi para pengamat industri event, kata berkelanjutan bukan sekadar jargon. Ia adalah klaim bahwa system dari pengumpulan dana, pemilihan hewan, logistik, hingga dokumentasi, sudah matang untuk diulang setiap tahun dengan skala stabil atau lebih besar. Dan di situlah letak inovasi ide kreatif yang sesungguhnya: tidak pada panggung megah atau hiburan, melainkan pada repeatable system yang tetap menghasilkan momen hangat, seperti ketika masyarakat menyambut Satya di lapangan Al-Ikhsan.
Maka acara ini meninggalkan pelajaran penting bagi EO dan corporate event organizer. Kehebohan tidak selalu harus datang dari laser show atau panggung raksasa. Kadang datang dari seekor sapi 1,1 ton bernama Satya, yang logistiknya terukur, namanya bermakna, dan pendistribusiannya menyentuh 262 titik dalam satu hari raya. Itulah keberhasilan yang tidak hanya menggugah, tapi juga patut dicontoh. |WAW-DEOJ