Di Balik Panggung Penghargaan, FIFGROUP Ukir Kembali Beberapa Cerita Membanggakan

 Di Balik Panggung Penghargaan, FIFGROUP Ukir Kembali Beberapa Cerita Membanggakan

Chairman SWA Media, Kemal Effendi Gani (kiri) memberikan penghargaan kepada Multi Purposed Financing and FIFADA Division Head FIFGROUP, Lim Lizal Santoso (kanan), mewakili perseroan menerima penghargaan bagi SPEKTRA yang juga meraih ICX Award 2025 dengan predikat Very Good dalam kategori pembiayaan elektronik dan perabot rumah tangga, dalam ajang Indonesia Customer Experience Award 2025 yang diselenggarakan oleh Majalah SWA dan Business Digest di Hotel Shang-ri La, Jakarta, pada Selasa, 27 Januari 2026.

DUNIAEOJAKARTA.COM – Di ujung Januari 2026, udara Jakarta sesak oleh agenda-agenda penghargaan bisnis. Bagi banyak perusahaan, ini adalah musim rapor tahunan, disambut dengan siaran pers dan foto-foto seremonial. Namun, bagi FIFGROUP, anak perusahaan Astra di bidang pembiayaan, tiga perhelatan berbeda dalam satu pekan ternyata tidak sekadar soal menambah koleksi piala.

Ini adalah cerita tentang bagaimana sebuah perusahaan, melalui lensa para event organizer kelas kakap, menemukan kembali cerita utama mereka. Cerita itu bukan semata tentang produk keuangan, melainkan tentang pengalaman pelanggan, kesehatan manusia, dan kepercayaan sebuah merek.

Ajang Pertama, Pengalaman Pelanggan sebagai Plot Utama

Semuanya dimulai di Hotel Shangri-La, Jakarta, pada 27 Januari. Majalah SWA dan Business Digest menggelar Indonesia Customer Experience Award 2025. Acara ini bukan sekadar pemberian plakat. Ia dibuka dengan seminar bertajuk “Leveraging Digital Innovation and Customer Experience Approach to Achieve Business Excellence”. Chairman SWA Media, Kemal Effendi Gani, menegaskan bahwa inovasi digital adalah kunci merespons pasar dan membangun fondasi bisnis yang tangguh.

Di panggung inilah dua unit FIFGROUP, FIFASTRA dan SPEKTRA, naik. FIFASTRA meraih predikat Excellent untuk pembiayaan motor, sementara SPEKTRA mendapat Very Good untuk pembiayaan elektronik dan perabot rumah. Penghargaan ini lahir dari survei kepuasan pelanggan yang dilakukan Business Digest. Lim Lizal Santoso, perwakilan FIFGROUP, menyebut penghargaan ini sebagai penambah semangat untuk terus berinovasi di tengah perubahan yang cepat. Acara SWA dan Business Digest berhasil menciptakan ruang di mana data pelanggan berbicara, mengubah survei kering menjadi narasi kompetisi yang manusiawi.

Ajang Kedua, Karyawan dan Bumi sebagai Protagonis

Dua hari sebelumnya, di Catur Dharma Hall Menara Astra, suasana berbeda terasa. Astra Corporate Affairs Awards 2025 digelar pada 23 Januari. Ini adalah ajang internal Grup Astra untuk mengapresiasi program unggulan di bidang Corporate Affairs. FIFGROUP menyabet Juara 2 kategori Safety and Occupational Health dengan program FIFirstep.

Di sini, kehebohan tidak terletak pada kemewahan acara, melainkan pada kekuatan data dampak yang dipresentasikan. FIFirstep adalah wellness program yang dirancang rapi, berjalan Juni hingga Agustus 2025. Ia tidak sekadar ajakan hidup sehat. Program ini memiliki tiga kegiatan inti Physical Activity, Network Leader Wellness Program, dan Employee Commuting, dengan target yang terukur dan selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Angkanya berbicara lantang. Partisipasi melonjak 142,14 persen menjadi 7.237 orang. Tingkat keaktifan naik 224,59 persen. Yang paling menggugah adalah dampak lingkungannya. Total jarak aktivitas fisik peserta mencapai 250 ribu kilometer, mereduksi 25 ton emisi karbon. Program Employee Commuting berhasil menekan rata-rata emisi harian per karyawan dari 1,95 kgCO₂ menjadi 1,09 kgCO₂. Sementara para pimpinan jaringan (Network Leader) menjadi role model dengan mengumpulkan 19 juta langkah.

Direktur FIFGROUP, Esther Sri Harjati, menyebut penghargaan ini sebagai perwujudan kontribusi. Acara Astra ini menunjukkan kunci sukses sebuah program korporat. Bukan pada kemasannya yang megah, melainkan pada integrasi, keterukuran dampak, dan keselarasan dengan visi jangka panjang perusahaan dan planet.

Ajang Ketiga, Merek dan Kepercayaan yang Dirayakan

Sebelumnya, pada 22 Januari, The Iconomics dan Axia Research menggelar Marketing & Halal Summit 2026 dan 6th Anniversary Indonesia Best Marketing Brand Awards 2025 di gedung Kementerian Pendidikan. Tema summit-nya pun menarik, “Humanizing Halal Brand: Storytelling, Purpose, dan Trust”.

Di tengah tema besar itu, FIFGROUP memborong tiga penghargaan sekaligus. Merek mereka terpilih sebagai Best Marketing Brand kategori Banking & Finance subkategori pembiayaan motor. Direktur mereka, Daniel Hartono, dinobatkan sebagai salah satu dari 20 Best CMO 2026. Dan perusahaan itu sendiri meraih gelar 20 Best Companies kategori multifinance.

Penerimaan penghargaan ini, yang diserahkan langsung oleh Founder The Iconomics Bram S. Putro, berdasarkan survei terhadap lebih dari 10.000 responden. Kriteria penilaiannya pun ketat, meliputi Brand Perceived Popularity, Brand Image, dan Brand Value. Keunikan acara ini terletak pada kemampuannya mengkuantifikasi sebuah hal yang abstrak, yaitu kepercayaan publik, lalu mengubahnya menjadi sebuah penghargaan yang prestisius.

Kunci Sukses di Balik Layar

Menganalisis ketiga acara tersebut, terdapat pola inovasi yang ditawarkan oleh para event organizer ini. Pertama, mereka tidak hanya menjual panggung, tetapi juga narasi. SWA mengangkat isu customer experience, Astra fokus pada sustainability dan corporate citizenship, sementara The Iconomics membawa isu humanizing brand dan halal yang relevan dengan pasar Indonesia.

Kedua, semuanya berbasis data yang kredibel dan metodologi jelas. Baik itu survei pelanggan oleh Business Digest, metrik dampak program dari FIFirstep, maupun jajak pendapat nasional oleh Axia Research. Data-data keras itulah yang mengubah subjektivitas penghargaan menjadi objektivitas yang meyakinkan.

Ketiga, acara-acara ini berhasil menciptakan ekosistem. Mereka bukan hanya tempat menerima piala, tetapi juga ruang pembelajaran melalui seminar dan summit, serta ajang networking dengan para pemimpin industri.

Bagi FIFGROUP, rangkaian Januari 2026 itu adalah sebuah cermin multidimensi. Di cermin SWA, mereka melihat diri sebagai penyedia layanan yang harus memanjakan pelanggan. Di cermin Astra, mereka melihat diri sebagai bagian dari komunitas yang bertanggung jawab pada karyawan dan lingkungan. Di cermin The Iconomics, mereka melihat citra dan kepercayaan yang telah dibangun di mata publik.

Pada akhirnya, kehebohan sesungguhnya dari musim penghargaan ini bukan pada gemerlap lampu panggung atau tepuk tangan. Ia terletak pada kemampuan para penyelenggara acara untuk merancang panggung yang tepat, yang memaksa setiap perusahaan untuk berhenti sejenak, melihat kembali kinerja mereka, dan menemukan cerita paling manusiawi di balik angka-angka bisnis. Dan di situlah letak seni sebenarnya dari industri event organizer kelas dunia. |WAW-DEOJ

Related post