Yummy Menyulap Resep Jadi Ekosistem: Dari Dapur Virtual ke Arena Nyata

 Yummy Menyulap Resep Jadi Ekosistem: Dari Dapur Virtual ke Arena Nyata

Yummy Expo 2026 | Dok. Internal IDN (2026)

DUNIAEOJAKARTA.COM – Sekitar satu dekade lalu, sebuah platform digital lahir dengan ambisi sederhana, membuat orang Indonesia percaya bahwa #MasakItuGampang. Bermula dari unggahan video resep di Facebook dan Instagram pada 2016, Yummy perlahan membangun ritme sendiri di dapur-dapur virtual Nusantara . Kini, di usia kesepuluhnya, ia tak lagi sekadar berbagi resep. Yummy bertransformasi menjadi ekosistem kuliner digital terbesar di Indonesia, sebuah ruang di mana konsumen, kreator, UMKM, brand, dan pelaku industri F&B saling bertemu dan bertumbuh.

Perjalanan Yummy adalah cermin bagaimana sebuah ide sederhana bisa berkembang menjadi gerakan. Pada 2019, mereka melebarkan sayap ke aplikasi, membawa akses edukasi memasak bagi generasi milenial dan Z . Setahun berselang, Yummy App menembus satu juta unduhan dan meluncurkan Indonesia Memasak by Yummy, ajang kuliner virtual pertama yang mengusung tema “Jelajah Masakan Nusantara”. Namun, titik balik terbesar terjadi pada 2024, ketika Yummy untuk pertama kalinya turun dari layar gawai dan menggelar pameran offline: Yummy Expo.

Langkah dari dunia maya ke ruang fisik itu bukan sekadar pameran. Ini adalah pernyataan. Yummy Expo menjadi wadah kolaborasi nyata, mempertemukan para pemangku kepentingan industri dalam satu ruang. Mereka membuktikan bahwa konten digital bisa menjadi pintu masuk menuju dampak ekonomi yang konkret.

Puncaknya terjadi pada 2026, ketika Yummy Expo edisi kedua digelar dengan tajuk The Flavor of Tomorrow. Acara ini digabung dengan Indonesia Youth Barista Championship (IYBC), sebuah kompetisi yang tak hanya mencari juara, tetapi juga mencetak punggawa masa depan industri kopi Indonesia. Selama tiga hari, lebih dari 12 barista muda terbaik dari seluruh Indonesia bertarung di atas panggung, memperebutkan gelar sekaligus kesempatan untuk mengikuti Indonesia Barista Championship 2027.

Salah satu momen yang paling berkesan adalah saat Mhd. Al Fadin, seorang pemuda asal Aceh, dinobatkan sebagai juara pertama. Ia bukan sekadar pemenang. Fadin adalah representasi dari mimpi-mimpi yang dirawat Yummy. Ditempa dan dilatih oleh mentor Muhammad Aga, Fadin berhasil menyajikan kopi dengan konsep yang matang dan cerita yang mengena di hati para juri.

“Gua cuma bisa ngarahin Fadin. Kita ada berbagai jadwal latihan. Selain bikin kopinya, tapi gua suruh journaling dan cerita-cerita,” ujar Aga, menggambarkan bagaimana proses pendampingan di IYBC berlangsung intens dan personal.

Kesuksesan Fadin dan para finalis lainnya bukanlah hasil instan. Mereka terpilih dari 69 pendaftar awal yang diseleksi secara ketat oleh Yummy bersama Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI). Proses kurasi berlangsung berlapis, dari unggahan video reels hingga demonstrasi teknis, sebelum akhirnya 12 nama terbaik melaju ke babak final di Yummy Expo. Ini menunjukkan bahwa Yummy tak sekadar menggelar event, tetapi membangun sistem regenerasi talenta yang terstruktur.

Data mencatatkan dengan gamblang dampak ekosistem yang dibangun Yummy. Mereka kini menjangkau lebih dari 12,8 juta audiens bulanan di seluruh platform, dengan 21,8 juta content views dan 9,6 juta video views setiap bulannya. Komunitas Yummy juga tumbuh menjadi kekuatan tersendiri, dengan lebih dari 3.500 anggota aktif yang tersebar di 16 grup WhatsApp, dan didukung oleh lebih dari 20 kreator dalam Yummy Creator Network.

Dampaknya dirasakan langsung oleh pelaku industri. Brand dan pelaku usaha memperoleh ruang kolaborasi baru. UMKM mendapat pendampingan untuk naik kelas. Generasi muda mengakses pengembangan karier di industri kopi. “Kami telah menjadi bagian dari pertumbuhan UMKM, pengembangan talenta muda di industri kopi, serta inspirasi kuliner bagi jutaan masyarakat Indonesia setiap harinya,” ujar Annisa Paramita, Head of Lifestyle Media Yummy.

Dari tutorial lima langkah di media sosial, Yummy kini menjelma menjadi panggung bagi mimpi-mimpi besar. Ia telah membuktikan bahwa sebuah platform konten bisa menjadi ekosistem yang hidup, menghidupi, dan menggerakkan roda ekonomi kreatif. Satu dekade berlalu, dan Yummy baru saja memulai babak baru yang lebih lezat. |WAW-DEOJ

Related post