Bagaimana IKEA Menyulap Rumah Menjadi Panggung Tumbuh Kembang Anak
IKEA BTS
Tahun Ajaran Baru adalah Momen Emas untuk Membangun Ulang Ekosistem
DUNIAEOJAKARTA.COM – Tahun ajaran baru selalu menjadi hiruk-pikuk yang dinanti. Daftar perlengkapan sekolah dicoret satu per satu, seragam baru digantung rapi, dan buku-buku mulai disampul. Namun di tengah kesibukan menyiapkan kebutuhan anak, ada satu elemen penting yang kerap terlupa. Rumah. Padahal, ketika anak naik kelas, bukan hanya buku pelajaran yang bertambah berat. Seluruh ritme kehidupan di dalam rumah ikut berubah.
Kampanye terbaru IKEA Indonesia bertajuk “Satu Rumah, Naik Kelas!” hadir mengingatkan publik akan hal itu. Bukan sekadar ajakan berbelanja, kampanye ini adalah sebuah refleksi. IKEA melihat ada pergeseran perspektif yang menarik di kalangan keluarga Indonesia saat menyambut tahun ajaran baru. Mereka tidak hanya fokus pada perlengkapan fisik, tetapi mulai memikirkan bagaimana ruang domestik bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru.
“Menjelang tahun ajaran baru, kami melihat banyak keluarga mulai menata ulang ruang, menyesuaikan rutinitas dengan kebutuhan anak, dan mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk menyambut fase yang baru. Bagi kami, momen ini bukan hanya tentang menciptakan rumah yang lebih rapi, tetapi juga kesempatan untuk melibatkan anak, membangun kemandirian, dan menyambut fase baru mereka bersama sebagai keluarga,” ujar Muhammad Yusuf Attorik, Interior Design Leader IKEA Indonesia, dalam siaran pers yang diterima, Jumat (19/6).
Rumah Bukan Sekadar Tempat Tinggal, Tapi Ekosistem yang Hidup
Berdasarkan pengamatan Life at Home IKEA, kebutuhan keluarga saat kembali ke sekolah sering kali melampaui persiapan akademis. Pertanyaan yang muncul bukan hanya “Apa yang harus dibawa anak ke sekolah?”, tetapi juga “Bagaimana rumah bisa menemani ritme baru ini?”
Aktivitas belajar, bermain, beristirahat, dan berkumpul perlu berjalan berdampingan. Sering kali, keempat aktivitas ini harus berbagi ruang yang sama dengan kebutuhan yang terus berevolusi. Inilah tantangan yang dihadapi banyak keluarga modern di Indonesia. Rumah dituntut untuk menjadi ruang belajar yang kondusif sekaligus tempat yang nyaman untuk beristirahat.
Kampanye ini mengajak keluarga melihat bahwa perubahan sederhana di rumah dapat membantu mendukung keseharian. Mulai dari menciptakan area belajar yang lebih nyaman, menghadirkan penyimpanan yang memudahkan anak lebih mandiri, hingga memilih perlengkapan sehari-hari yang membantu rutinitas keluarga berjalan lebih teratur. Ini bukan sekadar soal estetika, melainkan tentang menciptakan lingkungan yang menumbuhkan percaya diri anak.
Fleksibilitas dan Keterjangkauan Jadi Kunci
Setiap keluarga memiliki kebutuhan yang unik. Ada yang prioritas utamanya adalah meja belajar yang ergonomis, ada pula yang fokus pada sistem penyimpanan agar kamar anak tidak berantakan. IKEA memahami bahwa satu solusi tidak cocok untuk semua.
“Setiap keluarga memiliki kebutuhan dan prioritas yang berbeda saat mempersiapkan tahun ajaran baru. Karena itu, IKEA menghadirkan beragam pilihan produk yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran masing-masing keluarga. Mulai dari meja dan kursi belajar, solusi penyimpanan, pencahayaan, hingga perlengkapan makan dan bekal, kami ingin membantu keluarga menemukan solusi yang fungsional, berkualitas, dan terjangkau,” jelas Angela Krisyanti, Business Leader IKEA Indonesia.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa IKEA tidak hanya menjual produk, tetapi menawarkan solusi. Mereka mengajak konsumen untuk berbelanja dengan cermat, tidak sekadar membeli barang, tetapi berinvestasi pada kenyamanan dan fungsionalitas jangka panjang.
Dukungan untuk Institusi Pendidikan
Komitmen IKEA dalam mendukung lingkungan belajar yang lebih baik tidak berhenti di ranah domestik. Melalui IKEA Business, mereka menyediakan solusi bagi institusi pendidikan. Hingga 31 Juli 2026, pelanggan sektor pendidikan dapat menikmati diskon produk sebesar 5% untuk pembelian minimum Rp15 juta, serta diskon 7% untuk layanan instalasi dan perakitan.
Langkah ini menunjukkan bahwa IKEA melihat ekosistem pendidikan secara holistik. Dukungan diberikan tidak hanya kepada orang tua dan anak di rumah, tetapi juga kepada sekolah sebagai ruang belajar utama.
“Tahun ajaran baru sering kali menjadi salah satu momen ketika keluarga mulai mengevaluasi kembali kebutuhan mereka di rumah. Melalui kampanye ‘Satu Rumah, Naik Kelas!’, kami ingin membantu keluarga berbelanja dengan lebih cermat dengan menunjukkan bagaimana solusi yang tepat dapat memberikan manfaat dalam keseharian mereka,” tutup Ririn Basuki, Public Relations Manager IKEA Indonesia.
Di tengah gempuran promo dan diskon perlengkapan sekolah yang membanjiri pasar, kampanye ini menawarkan sudut pandang yang menyegarkan. Rumah bukanlah latar belakang pasif dari kehidupan keluarga. Ia adalah aktor yang ikut bergerak, beradaptasi, dan pada akhirnya, ikut “naik kelas” bersama penghuninya. |WAW-DEOJ