‘Brew Takeover’ IKEA Indonesia: Sederhana Tapi Menggoda
“Brew Takeover”, IKEA Indonesia Angkat Cara Sederhana Menikmati Kopi di Rumah
Gerai Furnitur Berubah Panggung Pertunjukan Rasa Rahasia Sukses
DUNIAEOJAKARTA.COM – Di sebuah sore yang basah kuyup di Alam Sutera, hiruk-pikuk pengunjung IKEA tiba-tiba berubah irama. Bukan hanya deru troli belanja atau suara anak-anak yang berlarian di antara rak tempat tidur yang terdengar. Dari sudut area Swedish Food Market, menguar aroma yang berbeda. Wangi kopi. Bukan kopi instan biasa. Ini aroma seduhan manual yang perlahan membelokkan langkah puluhan pasang mata.
Mereka berkumpul. Bukan untuk melihat sofa baru atau lampu meja. Mereka ingin melihat bagaimana seorang pria bernama Mikael Jasin, World Barista Champion 2024, bermain dengan air, bubuk kopi, dan sebuah corong plastik berwarna kuning cerah.
Di tengah euforia industri event yang seringkali berlomba menciptakan panggung megah dengan pencitraan rumit, IKEA Indonesia justru memenangkan perhatian dengan aksi yang berlawanan. Mereka menyebutnya “Brew Takeover: with Mikael Jasin” . Sebuah event yang berlangsung pada 21 Mei 2026 ini bukan sekadar demo masak. Ini adalah kelas master tentang bagaimana membuat ritual rumit terasa seperti bermain.
Bagi para event organizer yang hadir di sana, ada satu temuan penting. Kunci sukses acara ini bukan terletak pada seberapa besar panggung atau seberapa ramai hype yang dibuat. Rahasianya adalah mendekonstruksi rasa canggung menjadi rasa ingin tahu. IKEA berhasil membalik masalah klasik masyarakat: “membuat kopi enak di rumah itu sulit,” menjadi sebuah tontonan yang memantik “oh, ternyata hanya segampang ini.”
Ariane Vinsontia, Commercial Food Manager IKEA Indonesia, menegaskan bahwa visi perusahaan bukanlah menciptakan barista profesional. “Visi IKEA adalah menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang. Itu juga berlaku untuk hal sederhana seperti menikmati secangkir kopi. Bagi kami, kopi yang enak bukan hanya soal rasa, tetapi bagaimana produk kopi yang kami kembangkan dapat memberikan hasil yang seimbang dan konsisten ketika dibuat di rumah,” ujarnya di hadapan puluhan pengunjung.
Dalam lanskap event organizer, inovasi ide kreatif acara ini terletak pada pemilihan talent yang tepat. Mikael Jasin bukan sekadar juara dunia. Ia adalah storyteller rasa. Ia tidak hanya menyeduh; ia membongkar prasangka. Dengan sabar, ia menunjukkan bagaimana sebuah UPPFYLLD, corong berwarna kuning cerah berharga Rp19.900, bisa berfungsi esensial seperti pour over cone mahal.
Keunikan yang ditawarkan acara ini adalah live brewing yang interaktif. Pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga mencicipi. Dua menu unggulan yang menjadi highlight adalah Kopi Susu Biskuit dan Mocha Dubai Pistachio. Namun, yang paling mencuri perhatian adalah kolaborasi dengan Arummi Cashew Milk, susu kacang mete lokal. Mikael menjelaskan, “Ketika dipadukan dengan cashew milk, kita bisa mendapatkan profil rasa yang berbeda, lebih creamy, ada nutty notes, sedikit umami, tapi tetap familiar.”
Dari sudut pandang industri event, ini adalah genius move. IKEA tidak hanya menjual produk kopi. Mereka menciptakan ekosistem. Di satu meja, berjejer Ground Coffee Special Blend (Rp75.000), di sampingnya Arummi Classic (Rp10.900), dan metode seduh yang digunakan adalah teknik satu kali tuang (single-pour method) menggunakan saringan kertas. Semua bahan tersedia di toko.
Kehebohan acara ini tidak terdengar dalam bentuk teriakan, melainkan dalam bentuk bisik-bisik antusias pengunjung yang langsung mencari rak peralatan dapur setelah sesi usai. Seorang pengunjung bahkan terlihat membawa tiga bungkus kopi bubuk dan dua corong UPPFYLLD ke kasir. Inilah key performance indicator (KPI) paling jujur untuk sebuah event ritel: konversi instan.
Lebih dalam dari sekadar jualan, IKEA menyelipkan narasi keberlanjutan yang cerdas. Ahmad Alhamid, Sustainability Business Partner IKEA Indonesia, mengingatkan bahwa kopi IKEA telah bersertifikasi Rainforest Alliance. “Menikmati kopi di rumah tidak hanya soal rasa, tetapi juga tentang kepercayaan terhadap produk yang digunakan,” katanya. Sertifikasi ini memastikan biji kopi disourcing dari pertanian yang memperhatikan ekosistem dan kesejahteraan petani. Sementara itu, penggunaan susu kacang mete Arummi membuktikan bahwa bahan baku lokal Indonesia mampu bersaing di level global.
Apa kunci sukses dari acara “Brew Takeover” versi IKEA? Kesederhanaan yang direncanakan. Tidak ada dekorasi rumit. Tidak ada light show. Yang ada adalah meja kayu, kompor portabel, gelas ukur, dan juru masak yang tahu persis bagaimana menenangkan kerumunan. IKEA berhasil menyadarkan industri event bahwa pengalaman coffee bar tidak harus eksklusif. Justru dengan menghadirkan experience yang mudah ditiru di rumah, sebuah event memiliki umur panjang di memori konsumen.
Saat hujan di Tangerang reda, aroma kopi susu biskuit masih tertinggal di lorong showroom. IKEA tidak hanya mengajak orang membeli furnitur. Mereka mengajak orang pulang membawa resep, membawa rasa percaya diri, dan keyakinan bahwa secangkir kopi enak tidak membutuhkan keajaiban. Cukup butuh air 90 derajat, 15 gram kopi, 120 gram susu mete, dan keberanian untuk mencoba.
Itulah kekuatan jurnalisme event yang sesungguhnya. Bukan melaporkan keramaian. Tapi menangkap momen di mana sebuah merek berhasil mengubah rutinitas rumah tangga menjadi pertunjukan yang menginspirasi. |WAW-DEOJ