Gebrakan Bejo Jahe Merah Hadirkan Festival Musik
Monday, 27 October 2025
Gebrakan Bejo Jahe Merah Hadirkan Festival Musik
DUNIAEOJAKARTA.COM – Sebagai seorang yang berkecimpung di industri event organizer, kita sering menjumpai konsep konser atau festival musik yang sekadar menghadirkan hiburan. Namun, yang dilakukan oleh Bejo Jahe Merah lewat Anti Angin Angin Club Fest ini layak disorot. Mereka tidak hanya sekadar mengadakan pesta musik, tetapi merancang sebuah pengalaman komunitas yang utuh, menyelipkan misi wellness dalam kemasan entertainment.
Acara roadshow yang menjangkau lima kota Metro, Kediri, Subang, Kendal, dan Serang ini diklaim sebagai festival musik pertama dan terbesar yang diadakan oleh brand produk masuk angin di Indonesia. Sebuah terobosan yang berani, mengingat positioning brand yang biasanya identik dengan iklan konvensional.

Lebih Dari Sekadar Konser, Ini Wellness Fest
Menurut Arwin Nugraha Hutasoit, Head of Marketing PT Bintang Toedjoe, tujuan acara ini adalah menginspirasi masyarakat menghadapi perubahan cuaca dengan cara yang fun. Inspirasi itu tidak disampaikan dengan menggurui, melainkan melalui gelaran festival yang meriah.
Rindu Melati Siregar, Group Brand Manager Natural Wellness Category, menegaskan bahwa ini bukan festival musik biasa. Ini adalah wellness fest. Sebelum konser dimulai, pengunjung diajak pemanasan dengan Pound Fit dan Zumba, memastikan tubuh tetap fit selama menikmati konser outdoor yang penuh “angin”. Konsep pre-event activity ini cerdas, karena tidak hanya memanaskan suasana, tetapi juga selaras dengan pesan kesehatan brand.
Kolaborasi Musik Beragam Genre dan Aktivitas Interaktif
Lineup musisinya dipilih dengan cermat, menjangkau berbagai segmen penggemar. Dari Juicy Luicy dengan pop melow-nya, Guyon Waton dengan ciri khas Jawa-nya, hingga energi dari Jono & Joni dan Aftershine. Pendekatan multi-genre ini adalah strategi jitu untuk menarik massa yang luas, sebuah pertimbangan matang dalam merancang event roadshow yang menjangkau berbagai daerah.
Inovasi lain terletak pada aktivitas pendukung. Ada “Tahan Angin” dan “Anti Tumbang Challenge” yang mengangkat tema brand dengan cara playful. “Karaoke Angin Ribut” menawarkan pengalaman bernyanyi yang berbeda. Sementara “Anti Angin Muter Video Booth” dengan kamera 360 derajat adalah magnet konten untuk media sosial. Setiap elemen dirancang untuk engage, bukan hanya menghibur.

Membangun Komunitas dan Engagement yang Humanis
Ungkapan vokalis Juicy Luicy, Uan Kaisar, tentang menyebarkan vibe positif, serta pernyataan Faisal Bagus Ibrahim dari Guyon Waton yang ingin membuat penonton merasa dekat dan “ambyar bareng tapi tetap hangat”, menunjukkan bagaimana brand membangun narasi yang emosional dan humanis. Acara ini tidak hanya menjual produk, tetapi juga perasaan hangat dan kebersamaan.
Dari kacamata event organizer, kesuksesan acara semacam ini terletak pada perpaduan yang tepat antara konsep kreatif, eksekusi yang detail, dan kemampuan menciptakan pengalaman yang personal bagi audiens. Bejo Jahe Merah berhasil mentransformasikan brand message-nya menjadi sebuah perhelatan nyata yang resonan, tidak hanya di telinga, tetapi juga di hati para pengunjungnya. Sebuah contoh bagaimana event bisa menjadi medium dialog yang hidup antara brand dan komunitasnya. |WAW-DEJ