Test Drive Jadi Kunci, Kia Tutup Debut IIMS dengan Ratusan SPK

 Test Drive Jadi Kunci, Kia Tutup Debut IIMS dengan Ratusan SPK

KIA

DUNIAEOJAKARTA.COM – Di hari ketiga perhelatan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, area test drive Kia tak pernah sepi. Seorang kepala keluarga baru saja turun dari The All New Carens. Wajahnya yang semula datar berubah cerah. Ia lalu berjalan menuju booth pemesanan. Dua jam kemudian, nama dan nomor induk kependudukannya tercatat dalam sistem sebagai salah satu dari ratusan pemilik baru Kia.

Pemandangan itu mungkin tak masuk dalam catatan resma statistik pengunjung, tapi bagi para penyelenggara pameran, ia adalah bukti dari satu formula lama yang terbukti kembali relevan. Orang butuh mencoba. Dan di IIMS 2026, Kia memberikan ruang yang cukup untuk itu.

Debut yang Berbicara Lewat Angka dan Pengalaman

Sebagai pameran perdana Kia di bawah manajemen baru Kia Sales Indonesia, IIMS 2026 bukan sekadar ajang seremonial. Dalam 11 hari penyelenggaraan, Kia mencatat ratusan surat pemesanan. Namun yang menarik perhatian para pengamat industri bukan semata angka itu. Melainkan dari mana angka itu berasal.

Sebanyak 80 persen kontribusi penjualan datang dari satu model: The All New Carens. MPV keluarga ini tidak hanya dipajang. Ia disediakan dalam jumlah cukup untuk menjalani uji jalan. Konsumen yang antre untuk duduk di kursi kemudi, merasakan peredaman kabin, dan menguji respons mesin, rata rata mengaku ragu sebelum mencoba. Setelahnya, mereka bicara soal keyakinan.

Randy R. Murdoko, Sales Vice President Kia Sales Indonesia, menyebut pola ini sebagai sinyal penting. “Orang datang dengan ekspektasi tertentu. Setelah mencoba, ekspektasinya berubah jadi keyakinan,” katanya di sela penutupan pameran, Rabu pekan lalu.

Pernyataan itu menggarisbawahi satu strategi yang mungkin tampak sederhana, tapi kerap luput dalam hiruk pikuk pameran kendaraan. Bukan hanya menjual desain atau spesifikasi. Tapi menghadirkan pengalaman langsung sebagai medium persuasi.

Dua Penghargaan dan Masa Depan Elektrifikasi

Meski Carens menjadi bintang penjualan, perhatian terhadap masa depan elektrifikasi Kia tak kalah besar. Dua penghargaan diraih dari ajang yang sama. Kia EV9 dinobatkan sebagai Best Big EV SUV. Penghargaan ini diberikan atas pendekatan desain yang berani dan teknologi yang disematkan pada SUV listrik premium tersebut.

Sementara itu, Kia PV5 menyabet kategori Favorite Concept Car. Penghargaan ini kerap dipahami sebagai indikator antusiasme konsumen terhadap apa yang akan datang. PV5 bukan sekadar kendaraan konsep. Ia mewakili eksplorasi Kia terhadap desain masa depan yang modular dan adaptif. Di tengah hiruk pikuk mobil listrik yang makin semarak, kehadiran PV5 mengingatkan publik bahwa Kia tak hanya hadir hari ini, tapi juga merancang esok.

Kedua penghargaan itu menjadi semacam legitimasi dari publik dan kurator pameran bahwa Kia tidak kehilangan arah di era transisi energi. Di saat sebagian merek lain terburu buru mengejar angka penjualan kendaraan listrik, Kia justru menyisipkan narasi masa depan yang lebih tenang tapi tetap kokoh.

Apa yang Bisa Dipelajari Penyelenggara Event?

Dari sudut pandang industri event organizer, partisipasi Kia di IIMS 2026 menawarkan pelajaran klasik yang kerap terlupakan. Bahwa pameran bukan hanya soal luasnya booth atau jumlah model yang dipajang. Tapi seberapa banyak interaksi bermakna yang bisa diciptakan antara produk dan calon konsumen.

Kia membuktikan bahwa strategi berbasis pengalaman bisa menjadi pembeda. Di area pameran yang penuh warna dan suara, mereka menyisakan ruang bagi pengunjung untuk merasakan langsung. Dari situlah proses panjang pengambilan keputusan dimampatkan menjadi satu sore di sirkuit sementara.

Pameran seperti IIMS memang sejak awal dirancang sebagai etalase. Tapi Kia menunjukkan bahwa etalase tak harus kaku. Ia bisa jadi ruang uji, tempat orang mengonfirmasi kecurigaannya, lalu berubah menjadi pelanggan.

Setelah Pameran Usai

Optimisme Randy bukan tanpa dasar. Data penjualan dan penghargaan hanyalah permukaan. Yang lebih penting, menurutnya, adalah pondasi yang sudah terbentuk. Orang kini tahu seperti apa rasanya duduk di dalam Carens. Mereka ingat bagaimana rasanya melajukan EV9 di jalur lurus. Itu adalah modal yang tak bisa dicuri oleh kompetitor.

Tantangan berikutnya bukan lagi di ruang pameran. Tapi di ruang keluarga konsumen, di jalan raya, dan di bengkel bengkel resmi. Di situlah konsistensi layanan akan diuji.

Sementara bagi industri event, cerita Kia di IIMS 2026 akan jadi bahan diskusi yang hangat. Bahwa di tengah digitalisasi dan godaan pemasaran virtual, ruang fisik tempat orang bisa menyentuh, merasakan, dan memutuskan masih belum tergantikan.

Dan bahwa sebuah pameran, jika dirancang dengan cermat, bisa menjadi titik balik. Bukan hanya bagi merek, tapi juga bagi ribuan orang yang datang dengan keraguan dan pulang dengan kunci imajiner di tangan. |WAW-DEOJ

Related post